Page 76 - MAJALAH 114
P. 76
SELEBRITIS
dak terlibat langsung menjadi Tim jargon “pusiiiiiiing” nya yang kemu- berlakon dalam pementasan wa-
Kemenangan kedua kandidat presi- dian dipatenkannya. Lewat sinteron yang orang yang berjudul Srikandi
den saat ini. ini lagi-lagi ia masuk dalam nomina- Larasati Kembar di Gedung Kese-
si Artis Wanita Terfavorit Indonesia nian Jakarta. Bahkan di tahun yang
Meski tidak terlibat dalam politik Kategori Komedi Panasonic Award sama bersama teater Tanah Airku
praktis, namun berbagai harapan tahun 1999. ia kembali berlakon di ajang inter-
atas perubahan bangsa pun ia titip-
kan kepada kedua calon pemimpin
bangsa tersebut. Peggy berharap
siapapun pemimpinnya semoga
bangsa Indonesia tetap menjadi
bangsa yang saling memahami,
mempunyai hakikat spiritual yang
dekat dengan Tuhan.
“Siapapun pemimpinnya yang
terpenting bisa membuat seluruh
masyarakat Indonesia menjadi ma-
syarakat yang berkarakter spiritual,
sehingga memiliki fondasi yang
kuat untuk perjalanan bangsa ini
kedepannya,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman yang
pernah ia jalani sendiri, ia yakin
untuk membangun bangsa harus
dimulai dari diri Individunya terlebih
dahulu. Setelah itu sistem keluarga
hingga akhirnya akan menciptakan Tak puas dengan berakting, Peggy nasional, tepatnya di festival teater
bangsa atau negara yang dapat pun merambah ke dunia presenter. anak-anak tingkat dunia di Lingen,
mensejahterakan rakyat. Hingga Beberapa acara berhasi dibawakan- Jerman. Dalam festival tersebut,
kemudian anak cucu kita akan terus nya dengan sangat apik, dianta- Peggy berhasil menyumbangkan
dapat mewarisi apa yang kita miliki ranya reality show Rejeki Nomplok, medali emas untuk Indonesia. Atas
saat ini. Smile dan Klise. Untuk kiprahnya ini keberhasilannya tersebut, Pimpinan
ia juga mendapat dua penghargaan Teater Tanah Airku, Jose Rizal Manua
Dunia Hiburan dari Tabloid Citra. Bahkan pada ta- mendapuknya menjadi public office
hun 1996 lewat acara talkshow teater yang konon telah mencetak
Sedikit kilas balik perjalanan bertajuk “Obrolan Pagi” ia berhasil banyak seniman handal Indonesia.
seorang Peggy Melati Sukma di menyabet gelar Pembawa Acara
panggung hiburan tanah air. Sejak Talkshow Wanita Terfavorit. Kini, meski tidak secara tegas
kecil darah seni dalam diri Peggy su- mundur dari panggung hiburan ta-
dah begitu kental, namun baru mu- Ia pun sempat menjajal kemam- nah air, namun keputusannya un-
lai terasah ketika ia duduk di bangku puannya di dunia tarik suara. Sa- tuk hijrah dan berhijab secara tidak
SMP. Ia masuk dalam sebuah sang- yangnya dewi fortuna tak meng- langsung diakui Peggy membawa
gar teater. Memasuki masa remaja, hampiri Peggy untuk berkiprah di sebuah konsekwensi tersendiri. Ten-
wajahnya kerap mengisi halaman bidang seni yang satu ini. Meski tunya konsekwensi untuk menyar-
berbagai majalah wanita. Hingga sempat merilis beberapa album, ing lebih ketat tawaran berlakon
kemudian tawaran membintangi diantaranya album bertitle Aku Ka- dalam layar kaca. Selain tentunya
sebuah sinteron pun menghampiri- ngen Padamu pada tahun 1998, dan kesibukan Peggy sebagai seorang
nya. Lewat perannya sebagai Iteung My Wish pada tahun 2000 penjual- penulis yang diiringi dengan dak-
di Sinetron Si Kabayan wajah Peggy an album tersebut jauh dari hara- wah dan sejumlah aktivitas so-
mulai dikenal luas. Bahkan lewat pannya. Publik pun lebih mengenal sialnya cenderung sangat menyita
perannya ini ia sempat masuk dalam Peggy sebagai aktris sineron dan waktunya. Kini, dengan kesadaran
nominasi pemeran utama wanita presenter. spiritualnya yang sangat tinggi
terbaik kategori Komedi Festival Peggy mengakui bahwa jiwanya tak
Sinetron Indonesia tahun 1997. Na- Kerinduannya pada panggung lagi kosong, dan tentunya ia sudah
manya semakin melambung tatkala teater begitu memuncak, hingga tak lagi “Pusiiiiiiing”. (Ayu) foto: rizka/
ia secara tak sengaja mengeluarkan kemudian pada tahun 2006 Peggy parle/hr
76 PARLEMENTARIA EDISI 114 TH. XLIV, 2014

