Page 66 - MAJALAH 73
P. 66
KUNJUNGAN KERJA
pertemuan antara Tim Kunker Komisi I Anggaran untuk pertahanan terbagi menjadi beberapa waktu yang lalu dengan negara
DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi lima bagian yaitu, Departemen Pertahanan Malaysia.
I DPR Sidharto Danusubroto (F-PDIP) RI, Mabes TNI, dan tiga angkatan di tubuh Tjahyo mengingatkan kepada pihak
dengan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI. TNI. Hal tersebut mengakibatkan TNI TNI dan Polri agar koordinasi yang
M. Sochib, beserta jajarannya di Makodam belum memiliki alat-alat pertahanan yang baik tersebut bukan hanya pada jajaran
II/Sriwijaya. tergolong canggih. komandan saja, tetapi juga pada jajaran
“Saya mengakui memang negara Selain permasalahan alat-alat prajurit di lapangan.
kita sangat besar, tapi sangat disayangkan pertahanan, Gus Choi juga menyoroti Tjahyo menyayangkan masih adanya
masyarakat masih miskin, dan belum masalah profesionalitas prajurit TNI. konflik diantara para prajurit TNI dan Polri
memiliki pertahanan yang kuat, sehingga Menurutnya, untuk menciptakan prajurit di tingkat bawah yang terkadang memakan
kebesaran negara kita tidak efektif,” jelas TNI yang profesional, diperlukan anggaran korban jiwa. “Harus terjalin koordinasi yang
Effendy. yang besar terutama untuk pendidikan dan baik diantara dua institusi ini, bukan hanya
Effendy menambahkan, pada intinya latihan para prajurit TNI mulai dari tingkat di tingkat komandan, tetapi juga di tingkat
telah terjadi perubahan paradigma yang luar Tamtama, Bintara maupun Perwira. bawah,” kata Tjahyo.
biasa dari berbagai system, yang tentunya “Merawat, mendidik dan menjadikan Selain masalah koordinasi, Tjahyo juga
mempengaruhi bagaimana seharusnya seorang Tamtama, Bintara dan Perwira itu menyoroti permasalahan masih minimnya
TNI kita menjalankan tugasnya menjaga mahal, dan untuk profesional itu memang sarana dan prasarana yang dimiliki Kodam
pertahanan NKRI, mengingat Indonesia harus dilengkapi dengan dana yang II/Sriwijaya. “Kebutuhan personil TNI
TIM KUNKER KOMISI I DPR RI DIPIMPIN SIDHARTO DANUSUBROTO BERDIALOG DENGAN JAJARAN POLRI DI SUMBAR. (14/07)/DONNY/PARLE
negara kepulauan, bukan negara daratan. memadai,” kata Sidharto. sungguh memprihatinkan,” ujar Tjahyo.
Politisi yang biasa dipanggil Gus Choi Komisi I DPR menurutnya terus Tjahyo mengakui anggaran yang
ini juga mengatakan apakah struktur TNI berjuang agar anggaran TNI ke depan dapat dialokasikan untuk TNI masih jauh dari
khususnya TNI AD dari tingkat Pusat ditambah sehingga TNI dapat memiliki cukup. Karena itu dirinya berjanji ujntuk
sampai tingkat Kodam dan Korem masih alat-alat pertahanan yang canggih dan terus memperjuangkan kenaikan anggaran
ideal dengan tantangan yang dihadapi oleh tidak tertinggal dari negara-negara tetangga. TNI di masa yang akan datang.
bangsa Indonesia hari ini dan yang akan Selain itu diharapakan agar kedepan Tim Kunker Komisi I DPR RI ke
datang, mengingat Indonesia merupakan personil TNi mulai dari Tamtama, Bintara Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 15
negara kepulauan. Karena menurutnya, hingga Perwira dapat lebih profesional Anggota DPR RI yang dipimpin oleh
peperangan bukan lagi mengandalkan dalam melaksanakan tugasnya. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sidharto
gerilya darat melainkan perang udara atau Danusubroto (F-PDIP), didampingi
perang laut dengan menggunakan senjata Koordinasi antara Polri dan TNI sejumlah anggota Komisi I DPR RI
canggih. Sementara itu, Anggota Tim Kunker lainnya, yaitu Guntur Sasono (F-PD),
Gus Choi menilai struktur TNI AD Komisi I DPR lainnyaTjahyo Kumolo Dion Hardy (F-PG), Marcus Silano
sekarang ini sudah tidak relevan dan tidak meminta ada koordinasi yang baik antara (F-PD), Arief Mudatsir Mandan (F-PPP),
sesuai lagi dengan perkembangan yang ada. TNI dan Polri di Sumatera Selatan. Happy Bone Zulkarnaen (F-PG), Joeslin
Hal ini berhubungan dan terkait dengan Menurut Tjahyo, koordinasi tersebut sangat Nasution (F-PG), Hajriyanto Y. Thohari
anggaran yang di berikan oleh Mabes TNI diperlukan guna mengantisipasi adanya (F-PG), Antarini Malik (F-PG), Tjahjo
yang dinilainya sudah tidak jadi produktif berbagai gangguan keamanan di Sumatera Kumolo (F-PDIP), Suparlan (F-PDIP),
dan tidak melahirkan apa-apa. Selatan. R.K. Sembiring Meliala (F-PDIP), Dedi
Effendi juga mengatakan bahwa Menurutnya, gangguan yang datang Djamaludin Malik (F-PAN), Effendy
anggaran yang dialokasikan untuk TNI tersebut bisa dari dalam negeri sendiri Choirie (F-KB), dan Mutammimul U’la
secara keseluruhan masih sangat kurang. maupun dari luar negeri seperti yang terjadi (F-PKS).(eka, olly,doni)
64 PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73

