Page 70 - MAJALAH 73
P. 70

KUNJUNGAN KERJA



            keanekaragaman di berbagai daerah.   penerimaan  tamu  oleh  Pemprov   DPR  dibundel  dan  dijilid  serta
            “Yang perlu dipikirkan adalah UU   Sumbar. “Saya sebagai putra daerah   disampaikan  dengan  baik  kepada
            Otda dikaitkan dengan UU Agraria   malu  dengan  perlakuan  seperti   Pemda,”terangnya.
            seperti masalah Ulayat,”terangnya.  ini,”terangnya.                 Menurut Eka, Komisi II DPR
               Sebelumnya,  Eka  mengaku       Menurutnya,  dirinya  tidak   akan mengevaluasi dan membahas
            senang saat diundang Gubernur di   menemui lagi keramahan, peradaban   masalah ini di dalam internal Komisi
            kantor  kerjanya,  namun  ternyata   di Sumbar. “Pemda ini perlu dengan   II DPR. “Jangankan Gubernur, warga
            yang hadir bukan Gubernur tetapi   dukungan  anggota  DPR,  bahkan   negara saja bisa dipanggil oleh DPR
            hanya pejabat teras Pemda. “Sama   seluruh Indonesia datang ke Komisi   sebagai institusi negara,”jelasnya.
            seperti acara hari ini, harusnya yang   II DPR menyampaikan aspirasinya      Terkait  data  kependudukan,
            hadir Panwaslu namun tidak hadir   namun tidak pernah terlihat Sumbar   Eka  Santosa  mengatakan,  data
            bahkan telat, ini artinya kita sesama   datang ke Senayan,”katanya.  kependudukan  sebaiknya  jangan
            lembaga harus saling menghormati,      Eka  mengatakan,  sec ar a   terlalu  di  ekspand  keluar  negeri
            karena  itu  secara  konstitusional   protokoler  DPR  bisa  menolak   apalagi terkait pengembangan Sistem
            kedudukan  lembaga  negara  harus
            diletakkan dalam bingkai kehidupan
            berbangsa  dan  bernegara.  “Kita
            sangat  kagum  terhadap  Provinsi
            Sumbar  yang  telah  melahirkan
            tokoh-tokoh  besar  seperti  Bung
            Hatta dan Agus Salim,”ungkapnya.















                                                               KETUA TIM KUNKER/WAKIL KETUA KOMISI II DPR RI EKA
                                                               SANTOSA KECEWA SAAT BERDIALOG DENGAN PEMDA
                                                               SUMBAR, KPU KABUPATEN/KOTA SUMBAR GUBERNUR
                                                               BERHALANGAN HADIR TERKAIT MASALAH PENGAMBILAN
                                                               KEPUTUSAN/KEBIJAKAN PROGRAM PEMDA. (16/07)/SUGENG
                                                               IRIANTO/PARLE




                                                                             Induk Administrasi Kependudukan
               Sementara Zulhendri Chaniago   ketidakdatangan Gubernur namun   (SIAK). “Kita merencanakan target
            (F-PBR)  mengatakan,  secara    dirinya  menganggap  ada  problem   single identity number segera tuntas
            konstitusi  DPR  sangat  kecewa   besar terkait pelestarian tradisional   sehingga permasalahan seperti DPT
            dan  sangat  memalukan  secara   kekhasan  Minangkabau. “Karena   Pemilu legislatif dan Pilpres tidak
            kelembagaan. “Sebelumnya  jadwal   itu kita butuh respons dari pimpinan   terulang kembali,” ujarnya.
            sudah dikirim 2 minggu sebelumnya   daerah,”katanya.                Eka  mengakui,  dana  yang
            oleh sekretariat komisi ke Pemerintah      Dia menambahkan, hal ini harus   d i a n g g a r k a n   d a l a m   A P B N
            daerah  Sumbar,”  katanya.  Bahkan   menjadi pelajaran bagi bangsa dan   untuk  menyusun  administrasi
            tadi  telah  disampaikan  Gubernur   karena itu pemda harus ada prioritas   kependudukan  memang  masih
            menerima  kita  saat  di  kantor   terhadap berbagai persoalan. “Kita   terbatas. Namun, hal tersebut harus
            Gubernur,  namun  ternyata  tidak   semua  datang  dengan  perwakilan   segera  dioptimalisasikan  guna
            hadir dan diwakili oleh Sekda dan   Sekab, Sekneg, artinya ini perjalanan   menuntaskan penataan administrasi
            jajarannya. “ini  tidak  biasa  daerah   resmi dan konstitusional,”katanya.   kependudukan.  “Jangan  sampai
            dalam menerima tamu,”katanya.   Bahkan,  papar  Eka,  Pemda  tidak   adanya  campur  tangan  asing,  kita
               Hal  senada  disampaikan  Andi   memberikan  jawaban  tertulis   ingin anggaran terkait kependudukan
            Wahab  DT.  Majokayo  (F-PG),   dan  respon  yang  baik  terhadap   murni dari dalam negeri,”terangnya.
            dirinya  sangat  malu  terhadap   berbagai persoalan. “Ini pertanyaan   (tt,nt,si)

            68      PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75