Page 69 - MAJALAH 73
P. 69

KUNJUNGAN KERJA



            yaitu  dari  F-PG,  H.  Sulaiman   minimum  kompetensi,  misalnya      Menurut  Made,  dia  juga
            Effendi,  Mustokoweni  Murdi,  H.   Kepala  Dinas  Kesehatan,  Kepala   mener ap kan  tidak  a dan ya
            Abdul Nurhaman, F-PDIP, Tumbu   Dinas Pendapatan Daerah, harus ada   perpanjangan  usia  pensiun.  Jadi
            Saraswati, Sutjipto, Ganjar Pranowo,   standart kompetensi minimal,” kata   begitu  usia  mencapai  56  tahun,
            F-PPP, Lena Maryana,  TGK. H.   Ryaas.                           saat itu juga pegawai tersebut harus
            Muhammad Yus,  F-PD.  Ignatius      Sehingga jangan sampai terulang   pensiun. Hal ini diterapkan untuk
            Mulyono, Sugiyardi, F-PAN, Andi   kembali  kasus  di  beberapa  daerah   memberi kesempatan kepada pegawai
            Yuliani  Paris,  H.  Hermansyah   khususnya di Sulawesi Selatan dimana   lain yang berpotensi, namun belum
            Nazirun, Saifullah Ma’shum (F-KB),   Kepala Dinas Pekerjaan Umum diisi   mendapat kesempatan.
            H.  Mahfudz  Siddiq  (F-PKS)  dan   oleh tamatan IAIN, hanya karena dia      Untuk pembinaan karir, pihaknya
            Ryaas Rasyid (F-BPD).           mempunyai hubungan dekat dengan   memberikan kesempatan bagi PNS
               Anggota  Fraksi  Bintang     bupati.                          untuk  menempuh  pendidikan
            Pelopor  Demokrasi  Ryaas  Rasyid      Hal  ini,  ujarnya,  memang   lanjutan  serta  pendidikan  diklat.
            mengatakan,    perencanaan  sistem   tidak  dilarang  oleh  UU  dan   Pada  tahun  2009,  anggaran  diklat
            pola  karir  ini  sangat  diperlukan,   bupati  mempunyai  kewenangan   mencapai  Rp  530  juta,  sedang
            mengingat dalam kurun waktu 64   menempatkan  siapa  saja  hanya   beasiswa bagi mahasiswa S2 dan S3
            tahun,  negara  kita    masih  belum   mengacu kepada pangkat.   mencapai Rp 234 juta.
            punya satu pola karir. “Bagaimana      Kalau Bali bisa memulai pola ini,
            kita  akan  mewujudkan  good    bahkan  mungkin  nantinya  model  Kecewa Gubernur Sumbar
            government, kalau sistem pola karir   Bali bisa dipakai sebagai acuan untuk  Tak Hadir
            di pemerintahan tidak kita                                                     Di  P r o vinsi
            miliki,” kata Ryaas.                                                     Sumatera  Barat,  Tim
               D i a   m e l i h a t   d i                                           Kunker  Komisi  II  DPR
            beberapa daerah, banyak                                                  yang  dipimpin  Wakil
            pegawai  didistorsi  oleh                                                Ketua Komisi II DPR Eka
            pilkada. Begitu gubernur                                                 Santosa (F-PDIP) kecewa
            maupun  bupati  terpilih                                                 dengan  ketidakhadiran
            maka  yang  pertama                                                      Gubernur  Sumbar  saat
            diambil  untuk  duduk                                                    tim mengunjungi Provinsi
            dalam pemerintahannya                                                    tersebut.
            adalah dari tim suksesnya                                                “Kita  ingin  meminta
            baik untuk ditempatkan                                                   pertanggungjawaban
            sebagai kepala dinas atau                                                Politik  dari  Gubernur
            asisten. Jadi, kata Ryaas,                                               Sumbar, yang utama kita
            begitu  gubernur  dan                                                    mengharapkan pernyataan
            bupati  terpilih  adalah                                                 kebijakan  Gubernur
            menyingkirkan  orang-                                                    karena Asda I tidak dapat
            orang yang dianggapnya                                                   mengambil  kebijakan
            tidak mendukung dalam pilkada.   pola  karir  secara  nasional.  Suatu   atau  keputusan,”terang  Eka  saat
               Menurut  Ryaas,  hal  ini  sangat   sistem  karir  pegawai  negeri  yang   menggelar Konferensi Pers usai rapat
            persepsif,  seharusnya  walaupun   berbasis  kompetensi  yang  dimulai   dengan KPUD Sumbar.
            kita benci pada seseorang tapi jika   dengan penetapan standart-standart      Menurut  Eka,  pejabat  yang
            orang itu mempunyai kompetensi,   normatif tentang minimum politikasi   mewakili  tidak  dapat  mengambil
            maka  orang  tersebut  har us   dalam jabatan-jabatan strategis.   keputusan  atau  kebijakan  terkait
            ditempatkan pada posisi yang benar,      Gubernur  Bali  Made  Mangku   program  Pemerintah  Daerah,
            tidak  menempatkan  berdasarkan   Pastika menegaskan, sejak awal telah   misalnya  sinkronisasi  UU  No.32
            perasaan.                       mengusulkan  adanya  keputusan   tentang  otonomi  daerah  dengan
               Ryaas  menghimbau  kepada    presiden yang memberikan panduan   agraria.  “Kita  sangat  perhatian
            gubernur, jika menunggu sistem pola   dalam implementasi sistem pola karir   terhadap  Pemprov  S umbar,
            karir yang direncanakan dari pusat,   di daerah.                 karena itu kita ingin melegitimasi
            tentunya akan memakan waktu yang      Selama ini, kata Made, pihaknya   kekhasan  Sumatera  Barat  agar
            cukup lama. Jadi sambil menunggu,   telah berusaha menerapkan prinsip   dapat  dimasukkan  di  dalam  UU
            sebaiknya  Bali  bisa  mengambil   “the  right  man  on  the  right   nantinya,”katanya.
            prakarsa sebagai pelopor bagaimana   place”  berdasarkan  latar  belakang      Dia  menambahkan,  penataan
            menerapkan  satu  pola  karir  yang   pendidikan,  pendidikan  teknis   tanah  yang  terkait  UU  Agraria
            berbasis kompetensi.            fungsional,  serta  pengalaman   memang  harus  diletakan  dalam
               “Perlu  dibangun  satu  standart   jabatan.                   bingkai  UU  yang  merangkum

                                                                               PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73  67
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74