Page 73 - MAJALAH 73
P. 73
KUNJUNGAN KERJA
masalah kekurangan air yang setiap solusi kekeringan yang selalu melanda Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
saat melanda Kupang. Bupati di Kupang. Sehingga bisa dicarikan yang berada di dekat pantai Kupang.
mengusulkan agar tiap-tiap desa solusi pemecahan kesulitan air bagi Proyek Rusunawa ini merupakan
bisa dibangun bendungan yang warga Kupang. proyek Depatemen Pekerjaan Umum
dapat menampung air pada musim Masalah air juga disoroti Rahman dengan total nilai Rp. 9,6 miliar
penghujan hanya berkisar empat Syagaff bahwa untuk mengurusi yang dilaksanakan oleh PT. Waskita
bulan setiap tahun. Selain itu perlu air bersih di kabupaten/kota perlu Karya. Namun pada tahun 2007
dikembangkan sumur-sumur bor memperhatikan Tata Ruang yang ada. anggaran yang turun baru 20 persen.
yang dapat menghasilkan air minum Tidak semua harus ada di kabupaten/ Sampai saat ini anggaran untuk
bagi penduduk. kota. Untuk itu perlu koordinasi untuk proyek tersebut tidak turun lagi,
Masalah lain yang muncul, menghindari konflik kepentingan di sehingga proyek terhenti.
lanjut Titu Eki adalah masih daerah tersebut. Berdasar pantauan Parlementaria,
banyaknya warga yang kehidupanya Ketua Komisi V Ahmad Muqoam proyek Rusunawa tersebut baru selesai
mengandalkan ladang berpindah. mengatakan bahwa DPR sangat pada tahap pondasi dalam kondisi
Bupati mendorong agar warganya peduli terhadap kebutuhan primer yang memprihatinkan. Sementara
mau hidup dengan mengolah ladang masyarakat yang berupa air. Komisi kebutuhan warga akan rumah susun
tetap sehingga akan memudahkan V berjanji akan membantu mencari tersebut sebenarnya sudah sangat
pembinaan untuk meningkatkan solusi terhadap masalah pengelolaan mendesak.
produksi pangan. Kondisi pertanian air di Kupang, tetapi dia minta agar Menanggapi temuan itu Ketua
ladang berpindah inilah yang dilakukan terlebih dahulu peningkatan Komisi V DPR Ahmad Muqoam
menyebabkan warga Kupang tetap kinerja termasuk kelembagaan dan rombongan merasa kaget,
miskin. PDAM. Komisi V melihat bahwa karena selama ini tidak dilaporkan
masalah pengelolaan air di Kupang pemerintah. Masyarakat di Kecamatan
Kehilangan air tinggi bukan pada status kewenangan Pura sebenarnya sangat membutuhkan
Sementara itu PLT Direktur tetapi lebih pada kelembagaan. air bersih untuk kebutuhan minum.
Utama PDAM Kupang Masya Djonu “Untuk itu perlu diselesaikan terlebih Sementara itu kondisi alam di daerah
mengatakan masalah pokok PDAM dahulu kelembagaan yanga ada tersebut yang berbatu-batu sangat
Kupang adalah Teknik pemipaaan “ujar Muqoam. Selain itu perlunya sulit ditemukan sumber air. Kalau
yang masih kurang, ketersediaan perencanaan penyulingan air secara ada sumurpun air yang ada rasanya
air baku yang masih sedikit serta besar-besaran. payau.
persoalan jaringan distribusi. Masalah Dalam kunjungan kerja Komisi Untuk itu Komisi V DPR
lainnya, lanjut Masya Djonu adalah V DPR RI tersebut ditemukan juga mengharapkan kiranya Pemerintah
tingkat kehilangan air di Kupang adanya proyek dengan nilai miliaran Daerah Alor dapat mengalokasikan
masih sangat tinggi sekitar 41 rupiah terbengkelai begitu saja tanpa anggaran untuk penyediaan solar
persen. ada manfaatnya bagi masyarakat. 200 liter/hari agar mesin penyulingan
Dijelaskan Dirut PDAM Satu Proyek di Kecamatan Pura tersebut dapat dimanfaatkan kembali
Kupang bahwa untuk meningkatkan yang berupa Proyek Penyulingan untuk kebutuhan air minum warga.
kinerja perusahaan, maka yang perlu Air Laut dengan nilai Rp. 3 milyar Terhadap proyek Rusunawa yang
dilakukan adalah mengurangai tingkat lebih yang dibangun tahun 2004 juga terbengkelai, Ketua Komisi V
kehilangan air ini akan diupayaka bisa hanya dapat dimanfaatkan selama DPR, Ahmad Muqoam mengatakan
ditekan menjadi 23 persen tahun dua tahun, dan sejak awal tahun 2006 bahwa sampai saat ini PU tidak
2012, serta membenahi jaringan proyek penyulingan air laut tersebut pernah memberitahu tentang proyek
distribusi. terbengkelai, tidak lagi dioperasikan Rusunawa di Kupang tersebut. Untuk
Menanggapi penjelasan Dirut untuk penyulingan air laut. itu masalah proyek Rusunawa di
PDAM Kupang, anggota Komisi V Menurut Camat Pura, Nico Kupang yang terbengkelai ini menjadi
Aji Massaid mengatakan bahwa PAM karena masyarakat tidak lagi mampu temuan dan akan dipertanyakan saat
Kupang perlu secara terus melakukan untuk membiayai operasinal alat rapat kerja dengan Menteri Pekerjaan
koordinasi dengan Pemerintah daerah. penyulingan air laut yang berupa umum. (rat)
Sehingga diharapkan pemda dapat penyediaan solar 200 liter/hari.
ikut melakukan sosialisasi tentang Sebelumnya masyarakat dikenakan
tanggung jawab masalah kebutuhan pembiayaan untuk penyediaan solar
air. Sehingga tingkat kehilangan air untuk operasilasasi mesin penyulingan
sedikit dapat teratasi. tersebut Rp. 25 ribu/KK namun saat
Sementara itu Djoko Suwindi ini masyarakat merasa keberatan
mengusulkan agar PDAM Kupang dengan beban biaya tersebut.
dapat melakukan kerjasama dengan Proyek kedua yang juga
Perguruan Tinggi untuk mencari terbengkelai adalah proyek Rumah
PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73 71

