Page 66 - MAJALAH 85
P. 66

Ketua  Baleg  Ignatius  Mulyono
            yang  memimpin  rapat  saat  itu  me-
            minta  sekretariat  untuk  menghidup-
            kan in fokus agar para anggota baleg
            dapat lebih mencermati isi Pasal yang
            masih belum mendapatkan titik temu
            tersebut.
                In  Fokus  dihidupkan,  tapi  yang
            tampil di layar buram dan kurang jelas
            terbaca. Mulyono berkata :” Wah…….
            Layarnya  kok  buram  begitu,  seperti
            suasana sore ini yang masih   suram
            belum ada kata sepakat,” kata mulyo-
            no diiringi tawa anggota yang hadir.
                Mulyono  pun  menambahkan
            :”Mas………  mas…….mbok  sebelum
            main  dicoba  dulu  in  fokusnya,”  ka-
            tanya tenang dengan nada biasa.
                Kemudian  salah  seorang  sekre-
            tariat  segera  membetulkan  in  fokus,
            tapi  …….  setelah  dicoba  diperbaiki
            hasilnya masih belum maksimal.
                Melihat layar yang tetap buram,
            Pak Mul pun berkata:” ya sudah disen-
            trongkan saja mas, yang penting ma-
            sih bisa dibaca kan,” katanya dengan
            tenang.
                Salah  satu  wartawan  yang  se-
            dang menyimak pembahasan RUU ini
            berkata :”Tadi itu Pak Mul marah atau
            enggak  sih,”  katanya  kepada  teman
            disebelah.
                Temannya pun berkata : Wah…..
            susah  juga  dilihat  kelihatannya  sih
            biasa-biasa  saja.  Mungkin  itu  seke-
            dar mengingatkan saja, lain kali dicek
            dulu,” tambah temannya.
                Berkatalah  temannya  lagi  :”
            Duh………  bijaknya  Pak  Mul,  sampai
            kita nggak tahu antara marah dan ti-
            dak.
                Disinilah  kehebatan  Pak  Mul,
            ditengah-tengah  interupsi  yang  ber-
            tubi-tubi  untuk  mempertahankan
            pendapatnya  masing-masing,  pak
            Mul  tetap  bisa  memimpin  rapat  de-
            ngan tenang, tanpa terpancing sedikit
            pun emosinya,” tambahnya lagi.
                Sampai  rapat  ini  dilanjutkan,
            layar yang ada tampak masih buram
            dan Pimpinan Rapat adem-adem saja
            tidak mempersoalkan hal itu.
                Duh  bijaknya  Pimpinan  seperti
            pak Mul ini…………………… (tt)






                                                                              | PARLEMENTARIA  |  Edisi 85 TH. XLII, 2011 |

                                                                                        ARIA |
                                                                                                   TH. XLII, 201 |
                                                                              |
     | PARLEMENTARIA |  Edisi 85 TH. XLII, 2011 || PARLEMENTARIA |  Edisi 85 TH. XLII, 2011 |
                                                                              P
                                                                                                             1

                                                                               ARLEMENT
                                                                                             Edisi 85
   61   62   63   64   65   66   67