Page 17 - Stabilitas Edisi 188 Tahun 2022
P. 17
Achmad Syamsudin menyebutkan, fokus utama Bank Sumsel
Babel adalah pada pengembangan ekosistem Pemda dengan
cara mendukung program-program yang dilaksanakan oleh
Pemerintah Daerah. Antara lain mendukung Gerakan Non
Tunai melalui layanan digital Bank Sumsel Babel seperti internet
banking, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui
e-channel seperti QRIS dan BSB Cash (e-retribusi dan KIR
elektronik) Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) SIPD (Sistem
Informasi Pemerintah Daerah).
Selanjutnya, Bank Sumsel Babel akan terus mengembangkan
sentra kredit konsumer untuk memper mudah ASN dalam
memperoleh fasilitas kredit/pembiayaan. Bank Sumsel Babel
akan terus berkolaborasi dengan dinas terkait dan mengem-
bangkan KUR cluster, seperti pembiayaan kepada kelompok tani
(KUR cluster Alsintan), kelompok petani lada, kelompok wanita
tani, kelompok petani porang dan lain-lain.
Penerapan GCG
Agar semua rencana strategis jangka pendek hingga jangka
panjang berjalan dengan baik, Bank Sumsel Babel tetap menjaga
penerapan manajemen risiko dan GCG secara ketat. Apalagi
Bank Sumsel Babel telah memilki struktur organisasi yang
Rp28,47 triliun atau naik 15,90 persen dari Rp24,56 triliun di memadai untuk mendukung penerapan manajemen risiko dan
Maret 2021. Sebanyak 60,73 persen dari total DPK ditopang oleh pengendalian intern yang baik antara lain SKAI, SKMR dan
dana murah atau mencapai Rp17,29 triliun. Sisanya 39,27 persen Komite Manajemen Risiko serta Satuan Kerja Kepatuhan.
merupakan deposito mencapai Rp11,18 triliun. Naiknya kredit “Prosedur dan penerapan pengendalian intern bank
dan DPK juga mendorong aset Bank Sumsel Babel menjadi cukup komprehensif dan sesuai dengan tujuan, ukuran dan
Rp33,75 triliun atau tumbuh 11,93 persen (yoy). kompleksitas usaha dan risiko yang dihadapi bank. Dan
Achmad Syamsudin menjelaskan, kinerja positif Bank manajemen cukup efektif dalam memantau kesesuaian kondisi
Sumsel Babel tidak lepas dari strategi perusahaan dalam bank dengan prinsip pengelolaan bank yang sehat, ketentuan
meningkatkan infrastruktur untuk menjangkau nasabah melalui yang berlaku serta cukup sesuai dengan kebijakan dan prosedur
layanan digital. Untuk memberikan layanan di daerah yang intern bank,” ungkap Achmad Syamsudin.
belum terjangkau kantor cabang misalnya, Bank Sumsel Babel Berdasarkan hasil analisis dan penilaian sendiri
punya layanan keuangan tanpa kantor atau Laku Pandai yang (Self-Assessment) pelaksanaan Tata Kelola dengan
disebut BSB LUR. Saat ini Bank Sumsel Babel telah memiliki mempertimbangkan faktor-faktor penilaian Tata Kelola. secara
lebih dari seribu BSB LUR yang tersebar di sejumlah kecamatan komprehensif dan terstruktur mencakup baik aspek governance
di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. structure governance process dan governance outcome. Bank
menyimpulkan peringkat faktor Tata Kelola sebagaimana
Strategi Jangka Panjang dimaksud pada Lampiran II SE OJK No.13/SEOJK.03/2017
Tentunya realisasi kinerja saat ini harus dijaga tanggal 17 Maret 2017 perihal Penerapan Tata Kelola bagi
momentumnya sehingga tetap tumbuh berkesinam bungan. Bank Umum untuk posisi 31 Desember 2021 adalah peringkat
Maka dari itu, untuk memenuhi target jangka pendek dan komposit 2 (Baik).
jangka panjang, Bank Sumsel Babel memiliki beberapa initiative Penetapan ini berdasarkan hasil penilaian sendiri (self-
strategis dalam Corporate Plan dan Rencana Bisnis Bank antara assessment) terhadap 11 faktor penilaian pelaksanaan Tata Kelola
lain: Open API, VA, dan Customer on Boarding (COB), BSBLur, dan disimpulkan secara umum menunjukkan bahwa faktor-
Mini ATM, Pengembangan QRIS, SIPD, BI Fast, Implementasi faktor positif aspek governance structure, governance process
KPI, Implementasi Roadmap HCL, Evaluasi Struktur Organisasi, dan governance outcome baik secara kualitatif dan kuantitatif,
Sentra Operasi, Sentra Kredit, PP Online, serta Spin Off Syariah. meskipun masih terdapat kelemahan minor yang mempengaruhi
Bank Sumsel Babel menyadari bahwa persaingan akan terus faktor penilaian. Namun demikian tidak terlalu memberikan
terjadi pada industrl perbankan, sehingga Bank Sumsel Babel dampak yang signifikan kepada governance outcome karena bank
harus mampu mempertahankan captive market yang sudah ada. telah melakukan tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan
Dalam rangka mempertahankan captive market tersebut, Bank yang ada dan mengantisipasi permasalahan yang diperkirakan
Sumsel Babel melakukan beberapa strategi. akan timbul di masa yang akan datang.*
www.stabilitas.id Edisi 188 / 2022 / Th.XVII 17

