Page 19 - Stabilitas Edisi 188 Tahun 2022
P. 19

paham, bahwa undang-undang sudah   Dan publik tentu punya jawabannya   terakhir ini tentu diperlukan edukasi
          mengatur masa jabatan DK OJK itu harus   sendiri.                    yang terstruktur, sistematis dan ada
          genap lima tahun yang mana batasnya   Muncullah isu bahwa ada        mekanisme kontrol dari sisi regulasi,
          sampai tanggal 20 Juli 2022. Tidak bisa   kekecewaan dari kinerja DK OJK lama   industri sehingga masyarakat aman dan
          dikurangi meski hanya beberapa pekan   terkait adanya kasus-kasus fraud dalam   nyaman dalam menggunakan layanan.
          atau beberapa hari.               industri asuransi, juga tak henti-hentinya   PR lain yang belum selesai juga soal
            Memang pemerintah punya         muncul kasus pinjaman on line yang   layanan financial technology (fintech).
          argumennya sendiri ketika menentukan   meresahkan masyarakat. Selain itu,   Diketahui, otoritas tengah menggodok
          tanggal pelantikan pada 24 Mei.   beberapa pekerjaan rumah yang belum   aturan baru terkait fintech peer to peer
          Pelantikan anggota dewan komisioner   selesai oleh DK OJK yang lama.   lending yang sudah dimulai sejak 2020
          OJK yang baru, berdasarkan Undang–   Sebut saja, soal pengawasan di   lalu. tetapi sampai sekarang aturan itu
          undang dilakukan 30 hari setelah   industri keuangan non bank, yang dalam   belum selesai. Aturan baru tersebut
          penetapan oleh DPR RI, melalui    lima tahun belakangan ini mendapat   ditujukan untuk menggantikan POJK
          ketetapan Presiden. Karena sidang   sorotan tajam. DK OJK perlu menaruh   77/2016 tentang Layanan Pinjam
          paripurna penetapan DK OJK        perhatian khusus kepada sektor     Meminjam Uang Berbasis Teknologi
                                                                               Informasi. Memang, kisi-kisi dari aturan
          Sebut saja, soal pengawasan di industri                              tersebut sudah sempat beredar, namun
                                                                               aturan resmi belum juga terbit.
          keuangan non bank, yang dalam lima                                      Akan tetapi, yang pasti, kini jajaran
          tahun belakangan ini mendapat sorotan                                dewan komisioner baru sudah dilantik
                                                                               dan sudah mulai bekerja. Persoalan-
          tajam. DK OJK perlu menaruh perhatian                                persoalan penting terkait pengawasan,
          khusus kepada sektor ini.                                            pengaturan, dan perlindungan nasabah
                                                                               lebih penting untuk segera diselesaikan.
                                                                               Jauh lebih penting dibandingkan
          dilaksanakan 17 April 2022, maka tidak   ini. Permintaan ini cukup beralasan   memikirkan mengapa Mei lalu jajaran
          heran jika sebulan setelah itu ditetapkan   mengingat telah meledaknya kasus gagal   DK OJK yang baru gagal dilantik.
          menjadi waktu pelantikan.         bayar PT Asuransi Jiwasraya), menyusul   Masyarakat menaruh harapan besar
            Kedua argumen itu tentu memiliki   kasus asuransi AJB Bumiputera 1912, PT   pada generasi ketiga otoritas pengawas
          landasan undang-undang yang sama.   Asabri, dan WanaArtha Life. Kasus-kasus   industri keuangan ini. Tentu sederhana
          Namun demikian masalah muncul karena   terkait produk-produk asuransi yang   keinginan itu. Masyarakat hanya mau
          pemerintah kali ini lebih dini dalam   dikaitkan dengan investasi atau Unit Link   bahwa uang-uang mereka yang ada di
          melakukan proses rekrutmen hingga   juga mencuat dan membuat resah publik.  lembaga keuangan tidak hilang dan
          penetapan kabinet baru OJK.          Selain itu yang tak kalah penting   merugikan mereka. Masyarakat hanya
            Pendapat dari MA, namun demikian,   adalah pengawasan terhadap perbankan   mau lembaga-lembaga keuangan yang
          yang akhirnya diikuti. Sebabnya meski   yang saat ini tanpa sadar tengah menuju   melayani mereka adalah lembaga-
          para anggota DK OJK sudah bersiap   arah konglomerasi seiring munculnya   lembaga yang bertanggung jawab dan
          mendatangi kantor MA pada 24 Mei,   praktik-praktik digital. Yang tak kalah   bisa diminta pertanggungjawaban jika
          pada akhirnya pelantikan itu tidak   patut mendapat perhatian adalah literasi   terjadi apa-apa. Dan tentu, otoritas
          dilaksanakan. Hal tersebut sempat   masyarakat yang rendah dalam soal   melindungi mereka, terutama yang
          menimbulkan kehebohan di publik.   produk-produk keuangan yang membuat   literasinya masih rendah soal keuangan.
          Masyarakat, tak bisa dihindarkan lagi   kasus penipuan dan penyalahgunaan data   Sesederhana itu.*
          mereka-reka apa yang sebenarnya terjadi.   menjadi mengemuka. Untuk hal yang


                                                                             www.stabilitas.id   Edisi 188 / 2022 / Th.XVII  19
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24