Page 198 - Land Reform Lokal Ala Ngandagan: Inivasi system Tenurial Adat di Sebuah Desa Jawa, 1947-1964
P. 198

Profil Informan


             6.  Tarmono, Nyonya, (66 tahun, bukan nama sebenarnya):
                Ia adalah putri Soeharsono (bukan nama sebenarnya),
                lawan politik Soemotirto. Pada tahun 1962 ia menikah
                dengan Tarmono, kader PNI yang memperkarakan
                Soemotirto ke pengadilan. Saat ini ia tinggal di
                Ngandagan bersama kakak perempuannya yang juga
                sama-sama janda. Anak-anaknya tinggal di luar kota,
                relatif berpendidikan tinggi, bekerja menjadi pegawai
                dan polisi. Ia dianggap kelompok rumah tangga kaya,
                memiliki gaji pensiunan dari suaminya, sawah, dan
                pekarangan luas.
             7.  Soekarto (Sekitar 80 tahun): Ia adalah mantan bayan
                yang sempat menjabat dalam 4 generasi lurah, sejak masa
                Soemotirto. Pada masa mudanya, ia termasuk orang
                yang gemar berjudi. Ketika Soemotrito naik menjabat
                sebagai rumah, Soekarto dijadikan sebagai “tukang
                laden” yang bertugas melayani keperluan sehari-hari
                di kelurahan.
             8.  Soekatmo (64 tahun): Ia adalah anak angkat Soemotirto.
                Ayah kandungnya pernah menjadi buruh kuli di
                Kaledonia. Pada akhir 1940-an, rombongan dari
                Kaledonia dipulangkan. Yang berasal dari daerah
                sekitar Purworejo dirumahkan terlebih dahulu oleh
                Dinas Sosial, untuk kemudian “dimasyarakatkan” ke
                tengah-tengah warga. Soemotirto termasuk lurah yang
                menyetujui tawaran dari dinas agar menerima warga
                baru tersebut. Beberapa tahun tinggal di Ngandagan,
                orang tua Sokatmo lalu pergi ke Sumatera. Soekatmo
                yang telah diambil anak oleh Soemotirto tetap tinggal di



                                                             169
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203