Page 277 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 277

256    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            tidak terpakai atau pencabutan kewenangan pengelolaan bagi pejabat
            yang terbukti melakukan pemindahtanganan aset tanpa persetujuan
            sah. Namun, penegakan sanksi ini sering kali terkendala oleh birokrasi
            yang berbelit-belit, lemahnya koordinasi antarlembaga penegak
            hukum,  dan  ketiadaan  sistem  pemantauan  real-time  yang  mampu
            mendeteksi penyimpangan sejak dini.
                Keseimbangan antara penguatan  sistem akuntabilitas dan
            peningkatan kapasitas pengelola aset menjadi  kunci keberhasilan
            pengawasan  BMN/D.  Di  satu sisi,  regulasi  telah menyediakan
            kerangka hukum yang komprehensif, tetapi di sisi lain, efektivitas
            implementasinya  sangat  bergantung  pada  kesiapan  sumber  daya
            manusia dan infrastruktur pendukung. Ke depan, integrasi sistem
            informasi BMN/D dengan platform digital seperti e-budgeting dan
            e-audit dapat menjadi solusi untuk mengurangi celah korupsi dan
            inefisiensi. Selain itu, pelibatan masyarakat sipil dan media dalam
            mengawasi pengelolaan aset negara juga perlu  didorong melalui
            mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan transparan. Dengan
            demikian, pengelolaan BMN/D tidak hanya memenuhi standar
            regulasi, tetapi juga berkontribusi pada tata kelola keuangan publik
            yang lebih baik.
   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282