Page 276 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 276
BAGIAN III 255
Pelaksanaan
Sementara itu, di tingkat eksternal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
berperan sebagai auditor independen yang memverifikasi kewajaran
laporan keuangan negara, termasuk nilai dan keberadaan fisik
BMN/D. Temuan BPK sering kali menyoroti masalah klasik seperti
aset yang tidak tercatat, sengketa kepemilikan, atau penyimpangan
dalam proses pemindahtanganan. Selain BPK, Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta inspektorat daerah juga
aktif melakukan audit kinerja untuk memastikan bahwa pengelolaan
aset tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga prinsip
ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.
Transparansi dalam pengelolaan BMN/D diperkuat melalui
kewajiban publikasi laporan aset secara berkala, baik dalam bentuk
laporan semesteran maupun tahunan. Regulasi mengamanatkan
bahwa laporan tersebut harus mencakup seluruh siklus hidup aset,
mulai dari pengadaan, penggunaan, hingga penghapusan, termasuk
apabila aset tersebut dikelola melalui skema kerja sama dengan pihak
ketiga seperti sewa atau bangun guna serah. Keterbukaan informasi
ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi prinsip akuntabilitas
vertikal kepada otoritas yang lebih tinggi, tetapi juga akuntabilitas
horizontal kepada masyarakat sebagai pemangku kepentingan
utama. Dalam praktiknya, meski kewajiban pelaporan telah diatur
secara jelas, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti
keterlambatan penyampaian data, inkonsistensi format pelaporan
antarinstansi, dan minimnya pemanfaatan teknologi untuk integrasi
data. Hal ini sering kali mengurangi kemampuan pemerintah dalam
mengambil keputusan berbasis data terkait optimalisasi aset.
Sanksi dan mekanisme penyelesaian kerugian negara menjadi
instrumen penegakan hukum yang penting dalam menjaga integritas
pengelolaan BMN/D. Regulasi secara tegas menyatakan bahwa setiap
bentuk kelalaian, penyalahgunaan, atau pelanggaran hukum yang
mengakibatkan kerugian negara harus diselesaikan melalui tuntutan
ganti rugi, sanksi administratif, atau bahkan sanksi pidana tergantung
pada tingkat pelanggaran. Contoh nyata termasuk pembekuan
anggaran pemeliharaan bagi instansi yang tidak menyerahkan aset

