Page 295 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 295

BAB  II.

                     PENGENDALIAN,

                     PEMANTAUAN, DAN
                     EVALUASI KINERJA

                     ANGGARAN (SMART)





            Dalam konteks manajemen keuangan publikyang sehat, pengendalian,
            pemantauan, dan evaluasi kinerja anggaran bukan sekadar rutinitas
            administratif, melainkan  inti dari akuntabilitas fiskal.  Peraturan
            Menteri Keuangan (PMK) No.  62 Tahun 2023 menegaskan bahwa
            ketiga proses ini adalah siklus kritis yang menjembatani perencanaan
            anggaran berbasis kinerja dengan pelaksanaan yang efektif, efisien,
            dan transparan. Bab ini mengurai bagaimana negara—melalui peran
            strategis Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN)
            dan kementerian/lembaga (K/L)—memastikan setiap rupiah APBN
            bekerja optimal. Mulai dari pengawasan realisasi belanja, pengukuran
            capaian keluaran (output), hingga evaluasi tematik yang mendorong
            perbaikan kebijakan. Tantanganseperti dinamikaperubahananggaran,
            ketepatan waktu pencapaian target, dan koordinasi antarpemangku
            kepentingan menjadi latar yang memperkaya analisis. Dokumen PMK
            No. 62/2023 tidak hanya memberikan kerangka regulasi, tetapi juga
            instrumen praktis: standar biaya, klasifikasi kinerja, dan mekanisme
            reward-punishment. Pendekatannya yang sistematis—terintegrasi
            dalam siklus APBN—menunjukkan komitmen Indonesia menuju
            penganggaran yang tidak hanya “tepat waktu”, tetapi juga “tepat guna”.

             2.1.  Kerangka Konseptual Pengendalian dan Pemantauan Anggaran
                Pengendalian dan pemantauan anggaran dalam sistem keuangan
             negara Indonesia merupakan mekanisme fundamental yang menjamin
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300