Page 299 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 299

278    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            hingga level satuan kerja terkecil,  serta menyediakan alat analisis
            untuk mengidentifikasi pola-pola penyerapan anggaran dan kinerja
            program. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai alat monitoring,
            tetapi juga sebagai sistem peringatan dini yang dapat mengidentifikasi
            potensi masalah  berdasarkan parameter-parameter  yang telah
            ditetapkan. Penggunaan teknologi canggih ini memperpendek siklus
            pengendalian dari yang semula bersifat periodik  menjadi hampir
            real-time, sehingga meningkatkan daya responsif dalam pengambilan
            keputusan korektif.

                Dalam  struktur  kelembagaan,  mekanisme  pengendalian
            dan  pemantauan  melibatkan  pembagian  peran  yang  jelas  antara
            Kementerian Keuangan selaku pengelola fiskal dengan kementerian/
            lembaga selaku pelaksana anggaran. Kementerian Keuangan
            bertanggung jawab atas  pengendalian makro dan evaluasi kinerja
            menyeluruh,  sementara  masing-masing kementerian/lembaga
            melakukan pengendalian internal melalui unit pengawas internalnya.
            Pembagian peran ini menciptakan  sistem checks and balances
            dimana pengawasan dilakukan baik secara  vertikal maupun
            horizontal,  memastikan  bahwa  proses  evaluasi  berjalan  objektif
            dan komprehensif. Kolaborasi antar lembaga ini diperkuat melalui
            forum-forum koordinasi rutin yang berfungsi sebagai wahana sharing
            informasi dan penyelesaian masalah bersama.

                Sebagai ilustrasi, mekanisme pengendalian dan pemantauan
            anggaran di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
            Nasional (ATR/BPN) dapat dilihat pada  pelaksanaan program
            Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Kantor Pertanahan
            Kota Batam. Dalam  pelaksanaan  program  tersebut, dilakukan
            pelacakan realisasi fisik dan anggaran secara berkala melalui sistem
            aplikasi dan pelaporan manual, termasuk validasi terhadap capaian
            jumlah bidang tanah yang terukur dan bersertifikat. Setiap triwulan,
            Satker wajib menyampaikan laporan kepada pusat, yang selanjutnya
            dianalisis oleh Inspektorat Jenderal untuk memastikan kesesuaian
            antara  output  dan  anggaran  yang  telah  terserap.  Ilustrasi  ini
   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304