Page 294 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 294

BAGIAN  IV   273
                                                            Pengendalian

            evaluasi tahunan (RKP/Renja-KL) dengan evaluasi jangka menengah
            (RPJM/Renstra-KL), sebagaimana diamanatkan dalam regulasi untuk
            memastikan keberlanjutan program.

                Inovasi lain yang perlu dikembangkan adalah pemanfaatan hasil
            evaluasi sebagai umpan balik dalam penyusunan kebijakan berikutnya.
            Regulasi  ini  secara  eksplisit  menegaskan  bahwa  hasil  evaluasi
            harus digunakan untuk menyusun RKP dua tahun mendatang dan
            merevisi program prioritas. Namun, dalam praktiknya, rekomendasi
            evaluasi seringkali tidak terintegrasi secara optimal ke dalam siklus
            perencanaan akibat faktor politik, perubahan kepemimpinan, atau
            ketiadaan mekanisme pengikat yang memastikan rekomendasi
            diadopsi. Untuk  itu, diperlukan penguatan  kelembagaan yang
            memadai, misalnya melalui pembentukan unit khusus di Bappenas
            atau Kementerian Keuangan yang bertugas memantau implementasi
            rekomendasi evaluasi dan memastikan  konsistensinya  dengan
            kerangka ekonomi makro.

                Relevansi PP No. 39  Tahun 2006 dalam tata kelola keuangan
            publik kontemporer tetap  signifikan,  meskipun perlu  adaptasi
            dengan dinamika  baru seperti  desentralisasi yang  kian kompleks
            dan  tuntutan  akuntabilitas  publik  yang  lebih  ketat.  Regulasi  ini
            telah meletakkan fondasi sistemik untuk pengendalian dan evaluasi
            berbasis kinerja,  tetapi implementasinya  harus diperkuat  dengan
            pendekatan kolaboratif antar-pemangku kepentingan, peningkatan
            kapasitas SDM, serta adopsi teknologi yang masif. Dengan demikian,
            prinsip-prinsip sistematis, objektif, dan transparan yang menjadi roh
            regulasi ini dapat benar-benar terwujud dalam praktik manajemen
            pembangunan nasional.
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299