Page 310 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 310

BAGIAN  IV   289
                                                            Pengendalian

            lingkaran pengendalian yang mendukung tujuan besar tata kelola
            keuangan  negara: mewujudkan  belanja  negara yang  semakin
            produktif, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan
            masyarakat.  Melalui kerangka penilaian IKPA yang berpijak pada
            regulasi PMK Nomor 62 Tahun 2023 dan teknisnya dalam petunjuk
            terbaru, pemerintah memperlihatkan komitmennya bahwa setiap
            rupiah anggaran negara harus memberikan manfaat optimal dengan
            cara yang dapat diukur, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan.

            3.2.  Ruang Lingkup dan Aspek Pengukuran IKPA
                Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tidak
            hanya  berdiri  sebagai  sekadar  instrumen  teknis  penilaian,  tetapi
            melekat erat pada kerangka kerja pengendalian fiskal negara yang
            komprehensif. Dalam lingkup kebijakan pengelolaan keuangan
            publik, ruang lingkup penilaian IKPA sengaja dirancang untuk
            menjangkau  setiap level  pengelolaan anggaran, mulai dari satuan
            kerja terkecil di kementerian/lembaga hingga ke tingkat unit eselon
            dan keseluruhan lingkup kementerian/lembaga itu sendiri. Dengan
            demikian, evaluasi ini bukan hanya memotret kualitas kinerja pada
            satu  titik  administratif,  tetapi  mencerminkan  capaian  keseluruhan
            tata kelola belanja negara di setiap lapisan birokrasi. Ketentuan teknis
            mengenai ruang  lingkup ini diatur  secara tegas melalui Peraturan
            Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2024, yang
            menjadi panduan pelaksanaan di lapangan bagi seluruh satuan kerja
            pemerintah pusat.
                Secara substantif, ruang lingkup penilaian IKPA menekankan
            prinsip bahwa setiap entitas pengelola anggaran negara wajib dinilai
            secara terstruktur dan adil. Penilaian dimulai dari satuan kerja atau
            Satker, sebagai garda terdepan yang langsung melaksanakan program
            dan kegiatan yang dibiayai APBN. Dari data dan capaian Satker inilah
            kemudian nilai kinerja dikonsolidasikan ke tingkat unit eselon I di
            masing-masing kementerian/lembaga. Unit eselon I berperan sebagai
            pengendali teknis yang memastikan bahwa kebijakan operasional di
            satuan kerja selaras dengan kebijakan strategis kementerian/lembaga.
   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315