Page 312 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 312

BAGIAN  IV   291
                                                            Pengendalian

            kebutuhan belanja. Pengendalian di tahap ini sangat penting karena
            perencanaan  yang  baik akan memengaruhi  tahapan  implementasi
            berikutnya.  Regulasi ini mengarahkan  setiap Satker untuk
            meminimalkan perubahan yang tidak perlu  dan  menekan deviasi
            yang signifikan, sehingga APBN dapat dijalankan sesuai jalur.
                Sementara  itu,  aspek  kedua  menitikberatkan  pada  kualitas
            implementasi pelaksanaan  anggaran.  Dalam  kerangka ini, ruang
            lingkup  penilaian  membentang  pada  indikator  yang  mengukur
            realisasi penyerapan  belanja, percepatan belanja kontraktual,
            ketepatan penyelesaian tagihan, hingga pengelolaan uang persediaan
            dan tambahan uang  persediaan. Keberhasilan implementasi
            pelaksanaan anggaran akan terlihat dari sejauh mana Satker
            mampu menyesuaikan eksekusi belanja dengan target yang telah
            direncanakan. Semakin sedikit deviasi, semakin tinggi nilai kinerja
            implementasi yang diperoleh. Di sinilah tanggung jawab pengelolaan
            fiskal diuji,  sebab target  serapan harus  sejalan dengan ketentuan
            administrasi yang ketat.

                Aspek ketiga menjadi puncak dari penilaian IKPA, yaitu kualitas
            hasil pelaksanaan anggaran. Tidak  cukup hanya  merencanakan
            dengan baik  dan melaksanakan sesuai jadwal,  Satker juga harus
            mampu  membuktikan  bahwa  anggaran  benar-benar  menghasilkan
            output sesuai sasaran. Capaian output diukur melalui data realisasi
            volume keluaran program yang dilaporkan secara periodik melalui
            sistem. Dengan demikian, setiap rupiah yang dibelanjakan harus
            memiliki  dampak  nyata  dan  terukur  pada  capaian  pembangunan.
            Penekanan pada hasil ini sejalan dengan semangat PMK Nomor 62
            Tahun  2023 yang menempatkan evaluasi kinerja  sebagai penentu
            kualitas belanja negara.

                Ruang lingkup  dan aspek pengukuran IKPA juga  mendukung
            terciptanya praktik pembinaan yang  berkesinambungan. Penilaian
            kinerja yang dilakukan secara objektif memberikan dasar yang kuat
            bagi Kementerian  Keuangan, khususnya  DJPb, untuk melakukan
            evaluasi mendalam, memberikan umpan balik, dan menyusun langkah
            perbaikan bersama satuan kerja. Dengan pendekatan yang demikian,
   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317