Page 317 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 317

296    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            nilai melalui prosedur tertentu, sehingga prinsip keadilan tetap terjaga
            tanpa mengurangi integritas data.

                Penerapan penilaian IKPA dapat dilihat dalam praktik pengelolaan
            anggaran di lingkungan Kementerian ATR/BPN, seperti pada satuan
            kerja Kantor Pertanahan Kota Batam. Dalam pelaksanaan kegiatan
            prioritas nasional seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
            (PTSL),  seluruh  indikator  IKPA diimplementasikan  secara  ketat.
            Misalnya, belanja kontraktual untuk pengukuran bidang tanah dinilai
            berdasarkan ketepatan waktu penyusunan  dan penandatanganan
            kontrak dengan pihak ketiga. Penyerapan anggaran dievaluasi secara
            berkala agar tidak terjadi penumpukan di akhir tahun, dan capaian
            output  diukur  dari  jumlah  bidang  tanah  yang  berhasil  diterbitkan
            sertifikatnya. Pengelolaan UP dan TUP untuk kebutuhan operasional
            seperti pembelian alat tulis kantor dan biaya perjalanan dinas validasi
            juga menjadi bagian penting dari penilaian. Kasus ini menunjukkan
            bahwa IKPA tidak hanya sebagai alat ukur administratif, tetapi juga
            penggerak peningkatan mutu tata kelola pelaksanaan anggaran  di
            level teknis kementerian/lembaga.

                Keseluruhan tata cara penilaian IKPA sebagaimana diatur dalam
            PER-5/PB/2024  membuktikan  bahwa  manajemen  kinerja  anggaran
            telah bertransformasi menjadi lebih terukur, transparan, dan adaptif.
            Penilaian yang tidak hanya berhenti pada angka serapan, tetapi juga
            menyoroti konsistensi perencanaan, disiplin pelaksanaan, dan bukti
            keluaran program, menjadi cermin keseriusan pemerintah dalam
            menjaga  belanja  negara  tetap  bermutu.  Melalui  pendekatan  inilah
            diharapkan  setiap  Kementerian/Lembaga  dapat  menjadikan  hasil
            IKPA sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan
            kinerja fiskal di masa mendatang.

            3.4.  Implikasi dan Pemanfaatan Hasil Penilaian IKPA
                Hasil penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)
            bukanlah sekadar angka statistik yang berhenti di meja administrasi,
            melainkan menjadi kompas penting bagi pemerintah dalam
            mengarahkan pembenahan tata kelola anggaran secara menyeluruh.
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322