Page 313 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 313

292    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            IKPA bukan hanya menjadi alat kontrol yang bersifat korektif, tetapi
            juga instrumen pembelajaran yang  mendorong budaya kerja yang
            adaptif, tertib administrasi, dan berorientasi pada hasil.

                Di  sisi  lain,  ruang  lingkup  penilaian  ini  menegaskan  bahwa
            pengawasan fiskal bukan lagi tanggung jawab yang terpisah antara
            pengelola anggaran di K/L dengan otoritas fiskal di pusat. Melalui
            penilaian IKPA, hubungan kerja antarlembaga semakin erat dalam
            membangun ekosistem pengelolaan anggaran yang saling terkoneksi.
            Sistem aplikasi  yang digunakan tidak  hanya  menjadi instrumen
            teknis, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi data antara Satker, unit
            eselon, dan DJPb. Transparansi data ini mengurangi celah manipulasi,
            meningkatkan akurasi, dan memperkuat legitimasi hasil penilaian di
            mata publik.
                Dengan demikian, ruang lingkup dan aspek pengukuran IKPA
            sebagaimana ditetapkan  melalui  PER-5/PB/2024 bukan  sekadar
            prosedur birokrasi, melainkan manifestasi komitmen negara dalam
            menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.  Sistem ini
            memastikan bahwa kebijakan fiskal tidak berhenti pada tahap
            perencanaan, tetapi diwujudkan dalam implementasi yang disiplin
            dan output  yang  dapat  diukur  dampaknya. Sinergi antara regulasi
            teknis  dengan prinsip tata kelola yang transparan menegaskan
            bahwa ke depan, setiap rupiah belanja negara wajib memberi hasil
            yang nyata, dapat diaudit, dan berkontribusi langsung pada tujuan
            pembangunan nasional.

            3.3.  Komponen, Indikator, dan Tata Cara Penilaian IKPA

                Dalam praktik pengelolaan keuangan negara yang menuntut
            akuntabilitas tinggi, kehadiran Indikator Kinerja Pelaksanaan
            Anggaran  (IKPA)  menjadi  elemen  penopang  yang  menjembatani
            visi pengendalian fiskal dengan kenyataan di  lapangan. Agar
            penilaian kinerja ini berjalan objektif, adil, dan bisa diterapkan secara
            seragam  di  seluruh  satuan  kerja  pemerintah,  maka  regulasi  teknis
            melalui Peraturan  Direktur Jenderal Perbendaharaan menetapkan
            komponen-komponen  indikator  yang  jelas,  terukur,  dan  dapat
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318