Page 311 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 311

290    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            Nilai IKPA pada level eselon I kemudian  membentuk  gambaran
            kinerja agregat kementerian atau lembaga secara nasional. Rangkaian
            inilah yang menggambarkan bahwa evaluasi IKPA memiliki dimensi
            horizontal dan vertikal sekaligus, menjembatani akuntabilitas teknis
            di lapangan dengan akuntabilitas strategis di tingkat pusat.
                Ruang  lingkup  penilaian  IKPA  tidak  lepas  dari  tanggung
            jawab Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb)  sebagai unit  di
            bawah Kementerian Keuangan yang diberi  mandat penuh untuk
            melaksanakan  kebijakan  penilaian  kinerja  anggaran.  Dalam  hal
            ini, DJPb menjalankan perannya sebagai Kuasa Bendahara Umum
            Negara, memastikan bahwa data yang dihimpun, diolah, dan dinilai
            berasal dari proses transaksi keuangan yang sah, transparan,  dan
            terdokumentasi dengan baik. Pengelolaan data ini terintegrasi dalam
            sistem aplikasi yang dikembangkan secara khusus, sehingga proses
            penilaian tidak  lagi bergantung pada laporan  manual,  melainkan
            memanfaatkan  teknologi  informasi  untuk  menjamin  akurasi,
            kecepatan, dan keandalan informasi.

                Untuk memastikan penilaian IKPA  berjalan objektif,  ruang
            lingkup  penilaian  diikat  pada  kerangka aspek  pengukuran  yang
            ditetapkan  secara  teknis.  PER-5/PB/2024  menegaskan  bahwa
            terdapat tiga aspek utama yang  menjadi  dasar pengukuran, yakni
            kualitas perencanaan pelaksanaan anggaran, kualitas implementasi
            pelaksanaan anggaran, dan kualitas hasil  pelaksanaan  anggaran.
            Ketiga aspek ini saling melengkapi dan membentuk satu kesatuan
            logis yang berfungsi untuk menilai proses  pelaksanaan anggaran
            secara utuh. Artinya, ruang lingkup IKPA tidak hanya berhenti pada
            penilaian  seberapa besar  dana diserap, tetapi juga  seberapa tertib
            perencanaan dijalankan dan seberapa jauh output program benar-
            benar tercapai sesuai sasaran.

                Aspek pertama, yaitu  kualitas perencanaan pelaksanaan
            anggaran, menjadi dasar evaluasi bagaimana sebuah Satker memulai
            siklus kegiatannya. Melalui indikator revisi dokumen anggaran dan
            deviasi  realisasi terhadap rencana penarikan dana, dapat  dilihat
            seberapa realistis dan disiplin sebuah Satker dalam memproyeksikan
   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316