Page 30 - Pemodelan Spasial untuk Prediksi Pengunaan dan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian
P. 30
Intisari
Sektor pertanian berperan penting dalam pertumbuhan berbagai
aspek kehidupan di Indonesia. Manfaat sektor pertanian dipandang
tidak lebih menguntungkan daripada sektor non pertanian bagi para
petani. Perubahan alih fungsi lahan pertanian terjadi secara masif
yang telah merugikan subjek dan objek pertanian di Kabupaten
Sleman. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi prediksi perubahan
lahan pertanian menjadi lahan terbangun dalam deret waktu.
Metode penelitian menggunakan mixed method yaitu kuantitatif
melalui kolaborasi penginderaan jauh dan pemodelan klasifikasi,
serta kualitatif terkait faktor-faktor alih fungsi lahan pertanian. Hasil
menunjukkan lahan terbangun telah meningkat sebesar 195,389%,
sawah menurun sebesar 60,990%, kebun/tegalan menurun 16,420%,
perairan menurun sebesar 11,348%, dan hutan stagnan dari tahun
2003-2043. Berbagai faktor alih fungsi lahan terjadi karena kebutuhan
pemangku kepentingan untuk mencari keuntungan di Kabupaten
Sleman yang terkenal dengan pariwisata dan pendidikan. Kondisi
ini mengakibatkan penurunan produktivitas pertanian, para petani,
dan lingkungan. Upaya telah dilakukan oleh pemangku kepentingan
melalui regulasi keruangan, pemberdayaan dan insentif petani, serta
pembangunan infrastruktur pertanian. Penerapan analisis spasial
untuk mengetahui penggunaan tanah dalam deret waktu dan tipologi
pengendalian alih fungsi lahan pertanian dapat menjadi referensi
untuk kegiatan serupa di wilayah lainnya.
Kata Kunci: Penggunaan Tanah; Analisis Spasial; Perubahan Lahan
Pertanian; Pengendalian Alih Fungsi Lahan.