Page 195 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 195

178    Sri Kistiyah, Rochmat Martanto, A.H. Farid

                 Beberapa hal yang yang menjadi perhatian dalam penyusunan
            Rencana Tata Ruang antara lain:
            1.  Pendekatan  penataan  ruang  berbasiskan  ekosistem  merupakan
               salah satu solusi yang dianggap tepat
            2.  Penataan  ruang  berbasiskan  ekosistem  melibatkan  interaksi
               antara kegiatan manusia dalam pemanfaatan sumber daya alam
               dengan  kemampuan  daya  dukung  lingkungan  secara  serasi,
               terintegrasi dan terpadu.
            3.  Penempatan zonasi kegiatan berdasarkan karakteristik kawasan
               (fisik, biologi, geologis) perlu dilakukan agar tidak menimbulkan
               kerusakan  manfaat  baik  terhadap  manusia  maupun  terhadap
               alam.  Kebijakan  hukum  pertanahan  yang  dilaksanakan  oleh
               pemerintah  dalam    perkembangannya  meliputi,  kegiatan  pem-
               bangunan  dihadapkan  pada  berbagai  masalah,  baik  masalah
               sosial,  ekonomi  maupun  lingkungan.  Permasalahan  tersebut
               antara lain adalah tingginya pertumbuhan penduduk, baik yang
               disebabkan  oleh  faktor  migrasi  maupun  pertumbuhan  alami.
               Kondisi ini berimplikasi terhadap semakin meningkatnya penggu-
               naan  lahan  di  Kawasan  Perkotaan.  Perkembangan  yang  terjadi
               menunjukkan  terdapatnya  penggunaan lahan  yang tidak  sesuai
               dengan  rencana  yang  telah  ditetapkan  dan  kurang  memper-
               timbangkan daya dukung lingkungan. Hal ini diindikasikan oleh
               berkurangnya  kawasan  yang  berfungsi  lindung,  konversi  lahan
               pertanian  menjadi  non  pertanian  dan  munculnya  kerusakan
               lingkungan.
                 Beberapa  fenomena  yang  mempengaruhi  kinerja  pelaksanaan
            Rencana Tata Ruang Kawasan adalah:
            1.  Perubahan Undang-Undang Otonomi Daerah. Dimana sebelum-
               nya  berlaku  Undang-undang  Nomor  5  Tahun  1974  tentang
               Pemerintahan Daerah yang sekarang ini sudah dicabut dan tidak
               berlaku lagi dan  diganti dengan Undang-undang Tahun Nomor
               22  Tahun  1999  yang  kemudian  dirubah  lagi  dengan  Undang-
               undang Nomor 32 Tahun 2004 dan untuk saat ini Undang-undang
               yang diberlakukan tentang Pemerintahan Daerah adalah Undang-
               undang Nomor 23 Tahun 2014, jadi sudah 3 (tiga) kali perubahan.
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200