Page 613 - @Annual Report_PLN Batam__2019_Lowress_Neat
P. 613
PT PELAYANAN LISTRIK NASIONAL BATAM
DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED
KONSOLIDASIAN (Lanjutan) FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended
Tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 December 31, 2019 and 2018
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (In Millions of Rupiah, unless otherwise stated)
akibat penundaan waktu dan biaya and overtime charges. For assets which
keterlambatan. Untuk aset yang tidak baru, are not new, the cost approach includes
pendekatan biaya memperhitungkan depreciation estimation including physical
estimasi depresiasi termasuk penyusutan depreciation and other obsolescence
fisik dan keusangan lainnya (fungsional dan (functional and external). Construction cost
eksternal). Biaya konstruksi dan depresiasi and depreciation should be determined
ditentukan oleh hasil analisis dari perkiraan from analysis of the construction cost and
biaya konstruksi dan depresiasi sesuai estimation of depreciation according to the
dengan kelaziman yang ada di pasar atau prevalence in the market or in valuation
dalam praktek penilaian. practice.
Pendekatan biaya digunakan untuk kelas The cost approach is applied to asset
aset bangunan umum, waduk dan classes of buildings, reservoir and
prasarana, instalasi dan mesin pembangkit, infrastructure, installation and power
perlengkapan transmisi, perlengkapan plants, transmission equipments,
distribusi, material cadangan utama, distribution equipments, major spare parts
perlengkapan pengolahan data dan and telecommunications and data
telekomunikasi yang digunakan dalam processing equipments used for electricity
penyediaan listrik. supply.
Surplus revaluasi, dikurangi dengan The revaluation surplus, net of applicable
penghasilan pajak tangguhan terkait dan pajak deferred income taxes and final tax on
final atas revaluasi aset tetap dikreditkan pada property, plant and equipment revaluation, is
penghasilan komprehensif lain dan disajikan credited to other comprehensive income and
sebagai Surplus Revaluasi Aset Tetap pada presented in property, plant and equipment
penghasilan komprehensif lain. Revaluation Surplus in other comprehensive
income section.
Analisa aset non-keuangan yang dicatat pada Analysis non-financial assets recorded at fair
Nilai Wajar berdasarkan Hirarki Nilai Wajar value, based on Fair Value Hierarchy in SFAS
sesuai dengan PSAK 68: Pengukuran Nilai 68: Fair Value Measurement. The different
Wajar. Perbedaan level Nilai Wajar dijelaskan levels of Fair Value are defined as follows:
sebagai berikut:
• Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di • Quoted prices (unadjusted) in active
pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang markets for identical assets or liabilities
identik (Level 1); (Level 1);
• Input selain dari harga kuotasian yang • Inputs other than quoted prices included in
termasuk dalam Level 1 yang dapat Level 1 that are observable for the asset or
diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik liability, either directly or indirectly
secara langsung atau secara tidak (Level 2);
langsung (Level 2);
• Input untuk aset atau liabilitas yang tidak • Inputs for the asset or liability that are not
didasarkan pada data pasar yang dapat based on observable market data, neither
diobservasi baik secara langsung maupun directly or indirectly (Level 3).
tidak langsung (Level 3).
Tidak terdapat aset tetap yang bisa There were no property, plant and equipment
digolongkan ke dalam Nilai Wajar level 1. which could be classified as the level 1 Fair
Value.
Nilai Wajar level 2 dari tanah dihitung dengan The level 2 Fair Value of land rights is
menggunakan pendekatan pasar dan calculated using the market approach and
pendekatan pendapatan, sedangkan untuk income approach, while building value is
bangunan menggunakan pendekatan biaya. calculated using the cost approach. Data
Input yang diperoleh dari pasar yaitu antara inputs were obtained from the market that
lain: consists of among others:
d1/June 5, 2020 49 Paraf:

