Page 39 - BUKU PELESTARIAN LINGKUNGAN ISBN 2023_Neat
P. 39
Mamaknya" (1930). Novel ini mengisahkan cinta yang
terhalang oleh adat, dengan pelaku cerita dibawa ke Mekah
dan meninggal saat mengelilingi Kabah. Novel lainnya
adalah "Tenggelamnya Kapal van der Wijck" (1939), yang
menceritakan cinta yang terhalang oleh adat Minangkabau
yang kukuh. Cerita berfokus pada Zainuddin, anak dari
perkawinan campuran Minang Makasar yang gagal
menikahi gadis idamannya karena statusnya tidak setara.
Zainuddin kemudian menjadi pengarang terkenal dan
dalam kecelakaan kapal, gadis yang dicintainya meninggal.
Pujangga Baru memberikan kesempatan pada
sastrawan dan budayawan untuk menyuarakan pendapat
mereka, sehingga terjadi polemik yang hebat dan meluas.
Hal ini merupakan sumbangan Pujangga Baru terhadap
pemikiran kebudayaan Indonesia. Golongan Pujangga Baru
terlibat polemik dengan kaum tua dalam berbagai aspek,
termasuk bahasa dan sastra, kebudayaan, pendidikan, dan
pandangan hidup bermasyarakat.
33