Page 19 - 908 - PROBIS KEPESERTAAN_Neat
P. 19
i. Dibayarkan secara lunas dan berurutan pada setiap bulannya;
ii. Dalam hal pembayaran iuran tidak berurutan, maka diperhitungkan
dengan sebagian atau seluruh iuran bulan berikutnya untuk melunasi
kekurangan iuran bulan sebelumnya;
iii. Apabila tidak terdapat perubahan upah dan tenaga kerja, pembayaran
Iuran ditetapkan sama dengan bulan sebelumnya; dan
iv. Dalam hal PK/BU melunasi iuran secara cicilan, maka tanggal terakhir
transaksi iuran yang dibayarkan dijadikan ebagai tanggal pelunasan
iuran bulan yang bersangkutan.
d. Bukti pembayaran atas Iuran yang dibayarkan oleh PK/BU, berupa:
i. Bukti transaksi penerimaan iuran dari BPJS Ketenagakerjaan yang
diberikan apabila ada permintaan dari PK/BU;
ii. Bukti transaksi Bank untuk PK/BU yang membayar iuran melalui kanal
pembayaran baik perbankan maupun non perbankan;
iii. Notifikasi atau pemberitahuan keberhasilan transaksi setelah PK/BU
membayar iuran.
e. Petugas Kepesertaan menyampaikan informasi atas kelebihan/kekurangan
Iuran kepada PK/BU paling lama 3 hari kerja sejak diterimanya Iuran.
f. Dalam hal terjadi kelebihan Iuran sebagaimana dimaksud pada huruf e,
maka akan diperhitungkan dengan Iuran bulan berikutnya dan/atau denda
iuran.
g. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf e dan huruf f dapat
dilakukan secara otomatis melalui Sistem Aplikasi.
h. Laporan rincian iuran, bukti transaksi, pemberitahuan/notifikasi dan
dokumen/formulir dapat disampaikan:
i. Dalam bentuk hard/soft copy; atau
ii. Secara manual atau melalui media elektronik dan kanal layanan BPJS
Ketenagakerjaan.
i. PK/BU Wajib membayar iuran paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.
j. Dalam hal tanggal 15 jatuh pada hari libur (Sabtu, Minggu dan Libur
Nasional) maka pembayaran iuran paling lambat jatuh pada hari kerja
selanjutnya.
k. Dalam rangka meningkatkan kualitas kepesertaan layanan kepada Peserta,
PK/BU harus diupayakan untuk membayar iuran di bulan berjalan atau
paling lambat setiap akhir bulan berjalan.
l. Dalam hal PK/BU terlambat membayar iuran, maka PK/BU dikenakan
denda 2% untuk setiap bulan keterlambatan yang dibayarkan bersamaan
dengan total iuran yang tertunggak.
(Perdir Nomor 22/PERDIR.02/072022)
Iuran Belum Rinci (IBR)
a. Penerimaan iuran yang belum dilakukan posting iuran dicatat sebagai IBR.
b. Pencatatan IBR sebagaimana dimaksud pada huruf a dikelompokkan
menjadi 2, yaitu:
i. IBR Jatuh Tempo (IJT); dan
ii. IBR Dibayar Dimuka (IDM).
c. Kabid Kepesertaan/Kepala Kantor Cabang memonitor penyelesaian IBR
yang dapat menjadi salah satu indikator penilaian Key Performance
Indicator (KPI).
(Perdir Nomor 22/PERDIR.02/072022)
908 | Proses Bisnis Kepesertaan 19