Page 22 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 22

MATERI





             Keterangan:



                          Silsilah  keturunan  Kerajaan  Mataram
              Kuno  yang  panjang  menjadi  bukti  bahwa
              kerajaan  ini  mempunyai  pengaruh  yang
              besar     bagi     kehidupan     masyarakat
              pedalaman  Jawa  pada  masa  Jawa  Klasik.
              Pengaruh  tersebut  bersinggungan  langsung
              dengan  wilayah  Pengging  yang  pada  masa
              Hindu-Budha merupakan salah satu wilayah
              penting    dan    disebut    sebagai   pusat
              keagamaan      serta   pusat   perekonomian
              maupun      penasehat     keagamaan      bagi
              kerajaan-kerajaan  di  Jawa.  Pernyataan  ini       Gambar  Prasasti  Wonosegoro  yang  ditemukan
              didukung    dengan  penemuan  prasassti             di wilayah Boyolali
              Wonosegoro.                                         Sumber: https://www.terakota.id




                Prasasti Wonosegoro


                         Prasasti Wonosegoro berisi mengenai keberadaan pemukiman keagamaan besar dan
              terkenal  di  Jawa  yang  berdiri  selama  kurang  lebih  500  tahun  lamanya  (lihat  gambar  2.2).
              Prasasti yang dipahat diatas batu monolit berukuran panjang 100cm x 20cm, dipahat dengan
              aksara  Jawa  kuno  dengan  ukuran  aksara  setinggi  3cm  dan  panjang  5cm,  ditemukan  oleh
              masyarakat sekitar ditengah hamparan tanaman tebu dan rumput gajah. Lokasi penemuan
              prasasti  yaitu  di  Dukuh  Wonosegoro,  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten  Boyolali.  Lokasinya
              cukup  jauh  dari  pemukiman  warga,  karena  berada  ditengah  perkebunan  dengan  kontur
              jalan  tanah  berbukit  dan  licin.  Ketika  prasasti  ini  ditemukan,  kondisinya  sebagian  badan
              prasasti tertimbun tanah perkebunan.

                          Berdasarkan analisis dari Arkeolog Goenawan A Sambodo, prasasti tersebut ditulis
              pada  tahun  823  Saka  bulan  Jyesta  tanggal  5  paro  terang  atau  tanggal  25  Mei  901  Masehi.
              Menurut  Goenawan  A  Sambodo,  prasasti  wonosegoro  diperkirakan  berisi  tertang  adanya
              Karesian.  Prasasti  tersebut  diperkirakan  dikeluarkan  pada  masa  pemerintahan  Rakai
              Watukura  Dyah  Balitung  yaitu  Raja  Mataram  Kuno  yang  berkuasa  pada  898-908  Masehi,
              menurut  prasasti  Wanua  Tenah  III.  Karesian  berkaitan  dengan  isi  prasasti  Wonosegoro,
              dimungkinkan  berada  disekitar  wilayah  temuan.  Karesian  dapat  diartikan  sebagai
              pemukiman  resi,  sehingga  dapat  diperkirakan  bahwa  wilayah  sekitar  ini  merupakan
              kompleks  permukiman,  tempat  tinggal  atau  tempat  belajar  keagamaan.  Dengan  adanya
              bukti  ini  semakin  menguatkan  pendapat  bahwa  wilayah  Boyolali  pada  masa  hindu-budha
              menjadi wilayah penting, dan perlu diketahui bahwa sebelum Boyolali terbentuk wilayah ini
              lebih dikenal sebagai wilayah Pengging yang memiliki kedaulatan sebagai pusat keagamaan.








     19              Sejarah Lokal
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27