Page 23 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 23
MATERI
3. Perdebatan tentang Wilayah Pengging
Berdasarkan hasil diskusi kebudayaan yang
dihadiri oleh tokoh-tokoh penggiat sejarah, Nama "Pengging" kemudian dipakai untuk
julukan salah satu tokoh yang berasal dari
Pengging merupakan kerajaan yang menjadi
akar berdirinya kerajaan-kerajaan besar di daerah ini yaitu Handayaningrat atau yang biasa
dikenal dengan Ki Ageng Pengging Sepuh atau
Nusantara. Dikatakan bahwa Pengging memiliki
sejarah yang sangat panjang, yaitu dari kerajaan Ki Ageng Pengging I. Beliau merupakan salah
satu tokoh yang berpengaruh di daerah
Hindu sampai munculnya Kerajaan Islam,
Pengging pada masanya tidak pernah berdiri Pengging. Menurut juru kunci makam
Handayaningrat atau Ki Ageng Pengging sepuh
sendiri sebagai wilayah kerajaan, tetapi hanya
sebagai wilayah kadipaten saja. Pengging juga diketahui memeluk agama Hindu karena dari
corak makam yang tidak menggunakan atap
disebut sebagai wilayah Pardikan, yaitu daerah
yang tidak memilki raja tetapi ada tokoh yang tidak seperti makam-makam tokoh Islam. Kata
“Pengging” itu sudah ada sejak masa Rakai
berpengaruh dan sekaligus bisa menjadi
penasihat kerajan-kerajaan. Sehingga Garung. Buktinya adalah prasasti Pengging dan
didukung pula dengan prasasti yang belum
keberadaan Pengging pada saat itu sangat
penting dalam perjalanan sejarah kerajaan di lama ditemukan yaitu prasasti Wonosegoro.
telah
Selain
prasasti
yang
makam
dan
Nusantara. Pendapat lain megatakan bahwa
wilayah Pengging memiliki peran besar dalam disebutkan diatas, bukti peradaban Pengging
pada masa klasik atau Hindu-Budha juga
perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan Jawa,
namun wilayah Pengging tidak pernah berdiri didukung dengan beberapa arca yang
ditemukan disekitar wilayah Pengging.
secara utuh sebagai suatu kerajaan. Wilayah ini
lebih difokuskan sebagai tempat suci yang harus
dijaga dan digunakan untuk pusat keagamaan.
Gambar Gapura makam Ki Ageng Pengging Gambar Makam Ki Ageng Pengging Sepuh/
Sepuh/Handayaningrat Handayaningrat
Sumber: https://www.aroengbinang.com/ Sumber: Dokumen Pribadi, 12 Desember 2022
20 Sejarah Lokal

