Page 345 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 345
hanya agar logikaku tetap terjaga di tengah kekacauan ini.
Sementara itu, ia memesan mie rebus dengan tenang.
"Jelaskan semuanya. Dari awal," pintaku dingin.
Farras mulai berkisah tentang pernikahan di tahun 2021 dan
perceraian dua tahun setelahnya.
“Apa maksudmu mendekatiku sejauh ini? Keluargaku sudah
mengenalmu dengan sangat baik,” tanyaku, setiap kata yang
keluar terasa seperti es.
Farras mengaku bahwa saat kami berkunjung ke Cirebon, ia ingin
jujur. Namun, nyalinya menciut melihat kehangatan dan ketulusan
keluargaku. Ia terbangun jam tiga pagi hanya untuk memikirkan
itu. Itulah alasan mengapa ia jatuh sakit saat di sana, beban rahasia
itu telah berubah menjadi racun yang menggerogoti tubuhnya
sendiri.
Maret 2026, seharusnya ini menjadi bulan di mana kami
mulai menyusun bata-bata tabungan pernikahan. Ia pernah begitu
percaya diri menjanjikan bonus puluhan juta dan masa depan
yang cerah. Namun, begitu badai finansial datang, ia menarik diri.
Ia pikir, status dudanya bisa ditutupi dengan kemapanan material.
Ia pikir uang bisa membeli harga diri dan perjalanan ke luar
negeri. Padahal, aku memilihnya bukan karena angka di
rekeningnya. Sekarang, saat uang itu menguap, ia merasa tak
345

