Page 346 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 346

punya lagi perisai untuk menutupi statusnya, lalu memilih untuk

          menyerah.

          "Kamu  terpicu  oleh  traumamu,  tapi  kamu  justru  menciptakan
          trauma baru bagi orang lain,"  kataku, mengingat ceritanya tentang

          kunjungan  ke  psikiater  pasca-perceraiannya.  Ia  hanya  bisa
          tersenyum getir.

          Ketika  Farras  mencoba  menyentuh  tanganku,  aku  menariknya

          dengan kasar. Ada rasa enggan yang menyelimutiku, sebuah jarak
          yang mendadak membentang luas. Ia meminta maaf dan berjanji

          akan  ke  Cirebon  untuk  memohon  ampun  pada  orang  tuaku.

          "Perempuan yang 'rusak' saja tidak mau denganku, apalagi kamu
          yang menjaga dirimu baik-baik. Aku hanya barang bekas,"   ucapnya

          lirih, penuh cela diri.

          Dadaku  sesak.  Otakku  mengalami  guncangan  hebat,  sulit
          mencerna  betapa  dalamnya  aku  telah  dipermainkan  dalam

          sandiwara ini. Saat ia mengajakku pulang, aku memintanya pergi

          lebih  dulu.  Padahal,  sejujurnya,  aku  hanya  ingin  menahannya
          sedikit lebih lama; aku masih rindu, meski di sisi lain, aku merasa

          hancur  lebur.  Farras  meminta  maaf  berkali-kali,  lalu  mengecup

          keningku,  sebuah  kecupan  yang  kurasakan  lebih  sebagai  salam
          perpisahan  daripada  tanda  cinta.  Ia  memintaku  berdiri  dan

          memelukku dengan erat yang menyakitkan.


                                                                        346
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351