Page 347 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 347
"Pikirkan lagi. Kalau kamu mau menerimaku, ayo kita lanjut. Tapi
aku tidak yakin dengan restu keluargamu", bisiknya di telingaku.
Pundakku terasa sangat berat, seolah memikul beban seluruh
dunia. Bagaimana cara menyampaikan kebenaran sepahit ini pada
keluargaku yang sudah terlanjur menggantungkan ekspektasi
setinggi langit?
Selepas sampai di kamar kos, aku merebahkan diri dengan
sisa kekuatan yang tersisa. Sebuah pesan singkat kukirimkan
padanya.
"Aku akan menjaga rahasia ini sampai kamu sendiri yang
mengatakannya pada orang tuaku."
Satu jam kemudian, balasan darinya masuk: "Kamu belum tidur?".
Aku tidak membalas. Malam itu, di bawah temaram lampu kamar
yang mulai meredup, duniaku baru saja luluh lantak,
meninggalkan puing-puing kepercayaan yang tak lagi bisa
disatukan.
347

