Page 340 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 340
“Nanti malem aku mampir ke kost, aku punya hadiah buat kamu”,
katanya.
Aku menolaknya, merasa kasihan melihat kondisinya yang
pasti sangat lelah. Namun, ia tetap bersikukuh, "Nggak apa-apa,
aku punya gift buat kamu."
Sekitar pukul 19.00 WIB, ia tiba. Aku turun menemuinya
dengan perasaan yang tak menentu. Ia menyodorkan sebuah
kotak kue sambil berucap pelan, "Happy International Women's
."
Day, ya Setelah itu, ia tersenyum tipis dan berpamitan untuk
segera pulang.
"Udah, gitu aja?" tanyaku melihat dia berjalan mundur dengan
senyum khasnya.
Tidak ada yang istimewa dari pertemuan singkat itu. Kue itu
bahkan bukan sesuatu yang ia cari secara khusus, melainkan
bingkisan dari kantornya yang ia bawa untukku. Meski begitu, aku
tetap menghargai gesturnya. Aku mengunggah foto kue itu di
media sosial sebagai bentuk terima kasih. Namun, saat teman-
temanku bertanya apakah itu pemberian Farras, aku justru
berbohong dan mengatakan itu bukan darinya. Entah kenapa,
malam itu, ada rasa malas yang begitu besar menyelimuti hatiku
terhadapnya. Rasa manis kue itu tak cukup untuk meredam getir
yang masih tersisa di sudut hati.
340

