Page 336 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 336
Percakapan itu hanya berlangsung beberapa menit. Singkat,
dingin, dan terasa sangat kaku. Ada jarak tak kasat mata yang
terbentang di antara kata-kata kami.
Sekitar pukul sembilan malam, kelelahan emosional
membuatku menyerah pada keadaan. Aku dan Popay
memutuskan untuk menyudahi malam dan pulang. Setibanya di
kost, sunyi yang biasanya menenangkan kini terasa mengancam.
Namun, Popay membuktikan dirinya melampaui sekadar teman
makan malam. Dia tidak membiarkanku tenggelam sendirian
dalam lautan emosi. Dia memilih untuk tetap tinggal, menemaniku
di dalam kamar, duduk bersamaku di antara dinding-dinding yang
sakral. Dia tidak banyak bertanya, tidak juga menghakimi. Popay
tahu persis, malam itu jiwaku sedang kalut, dan kehadiran
sunyinya adalah pelukan paling hangat yang kubutuhkan.
336

