Page 333 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 333
BAB 63 : FRAGMENTASI FARRAS DALAM MELODI
7 Maret 2026: Lagu-Lagu yang Mengeja Namamu
Sore itu, langit Jakarta perlahan berganti jingga, membawa
riuh rendah suasana menjelang magrib. Aku sudah berjanji pada
Popay untuk mengajaknya keluar, berburu takjil dan berbuka
puasa bersama. Langkah kaki kami mengarah pada sebuah kedai
Mie Bangladesh, tempat yang beberapa waktu lalu sempat
kukunjungi bersama Uda.
Ada satu kebiasaan kecil yang selalu kurawat: setiap kali aku
menemukan sudut kuliner yang menyajikan rasa luar biasa, Popay
adalah orang pertama yang ingin kuajak berbagi rasa. Seolah ada
ambisi tersirat di dalam diriku yang berbisik, "Kamu harus
mencoba ini". Dan bagiku, Mie Bangladesh di kedai ini adalah
mahakarya rasa, mie terenak yang pernah menyentuh lidahku.
Sekitar pukul setengah enam sore, kami telah mengamankan
satu meja. Aroma rempah yang kuat dan gurih langsung
menyambut indra penciuman. Aku memesan seporsi Mie
Bangladesh original ditemani sebotol air mineral, pilihan
sederhana yang selalu menenangkan. Sementara Popay, dengan
selera yang lebih meriah, memilih Mie Bangladesh seafood,
lengkap dengan satu porsi puding telur yang lembut dan air
333

