Page 335 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 335
Tanpa bisa kubendung, ada sesak yang mendadak
menghimpit dada. Hangat air mata perlahan meluruh, jatuh
melintasi pipi tanpa permisi. Rasa rindu itu datang menyergap,
begitu hebat dan tak tertahankan. Dengan jemari yang sedikit
bergetar, kuambil ponselku. Kutatap layarnya, mencari kontak
Farras, lalu memberanikan diri menekan tombol panggil. Aku
tahu, hari ini dia memiliki agenda buka puasa bersama dengan
keluarga almarhumah mamanya di Bogor. Namun rindu ini
terlanjur egois.
Napas seolah tercekat ketika panggilanku ditolak. He
rejected it. Ada retakan instan yang menjalar di hatiku,
menyisakan rasa perih yang teramat sangat. Namun, belum
sempat rasa kecewa itu mengendap, selang beberapa detik
kemudian, layar ponselku kembali menyala. Sebuah panggilan
video darinya masuk.
Saat wajahnya muncul di layar, rasa sesak itu sedikit terurai,
meski menyisakan kecanggungan yang nyata. Dia menjelaskan
dengan suara serak bahwa dia baru saja terbangun dari tidur,
tubuhnya terlampau lelah setelah perjalanan panjang menuju
rumah. Melihat gurat keletihan di wajahnya, aku menahan egoku.
Aku hanya bercerita singkat bahwa aku sedang berada di luar
bersama Popay, lalu memintanya untuk kembali beristirahat.
335

