Page 14 - Pengantar Teori Media
P. 14

Kata-kata berevolusi, makna bergeser, dan tata bahasa beradaptasi.
                 Misalnya, kata bahasa Inggris “nice”. Pada zaman dahulu, kata tersebut
                 berarti “bodoh” atau “bodoh” dalam bahasa Inggris Pertengahan,
                 kemudian berubah menjadi “tepat” atau “halus,” dan sekarang berarti
                 “menyenangkan.” Keluwesan ini menunjukkan bahwa bahasa bukan
                 sekadar struktur yang kaku, melainkan proses hidup yang menolak
                 untuk ditetapkan sebagai sistem yang tetap.
                     Namun, alih-alih sekadar mengungkapkan struktur yang sudah
                 ada sebelumnya, bahasa dapat secara aktif menciptakan struktur.
                 Ketika menamai sesuatu, menceritakan kisah, atau berdebat, seseorang
                 tidak hanya mengikuti suatu sistem, ia juga membangun kerangka
                 kerja untuk pemikiran dan masyarakat. Misalnya, bahasa hukum
                 tidak hanya mencerminkan hukum, bahasa membangunnya serta
                 menyusun kekuatan dan perilaku. Puisi atau bahasa gaul juga dapat
                 membentuk  struktur  budaya  baru  dengan  membengkokkan  atau
                 menghancurkan  norma-norma  linguistik.  Di sini, bahasa  bukanlah
                 domain pasif dari struktur, bahasa adalah agen yang menghasilkannya.
                     Dengan kata lain, bahasa dalam media menyiratkan hubungannya
                 dengan berbagai elemen dalam sistem masyarakat (Matthews, 2014).
                 Manusia menggunakan bahasa untuk memahami dunia dan melalui
                 tindakan manusia mengatur kehidupannya yang dinamis. Bahasa
                 merupakan  alat dominan untuk  mengungkapkan  pandangan  dan
                 pendapat, perasaan, pikiran, ide, serta emosi. Dengan demikian, dapat
                 dikatakan bahwa media di sekitar memproduksi, mereproduksi, dan
                 mendiseminasi bahasa yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh manusia
                 dalam komunikasi sehari-hari (Culler, 2015). Tanpa bahasa, manusia
                 sebagai makhluk sosial tidak berdaya dalam membangun makna dan
                 rasa yang utuh karena akan kesulitan dalam memahami realita sosial.
                     Di bidang media dan komunikasi, strukturalisme muncul sebagai
                 teori fundamental dalam menjelaskan bagaimana bahasa ini meme-
                 ngaruhi pemahaman kita tentang realitas. Dengan meneliti interaksi
                 antara tanda, simbol, dan maknanya, teori ini mengungkap meka-




                 2    Pengantar Teori Media
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19