Page 17 - Pengantar Teori Media
P. 17

ini adalah inti dari strukturalisme—makna muncul dari struktur,
                       bukan dari elemen-elemen yang terisolasi. Artinya, kerangka
                       struktural tempat teks tersebut berada bersifat kontekstual.
                       Bahasa sebagai sistem tanda tidak beroperasi dalam ruang hampa.
                       Sebaliknya, teks tersebut dipengaruhi oleh dan  terjalin dengan
                       berbagai struktur sosial, budaya, dan sejarah. Dengan menem-
                       patkan teks media dalam konteks ini, implikasi konten dan
                       ideologi yang mungkin disebarkan bahasa dapat lebih dipahami.
                   2.  Kesewenang-wenangan (arbitrary) dan perbedaan (difference).
                       Hubungan antara penanda dan petanda bersifat sewenang-wenang—
                       tidak ada alasan inheren bahwa “pohon” berarti pohon, itu hanya
                       konvensi. Poin pentingnya adalah bagaimana tanda-tanda berbeda
                       satu sama lain dalam sistem. Strukturalisme memperluas gagasan
                       ini melampaui bahasa, seperti kata-kata yang memperoleh makna
                       melalui kontras serta praktik budaya atau mitos (seperti yang
                       kemudian dieksplorasi oleh antropolog Claude Lévi-Strauss)
                       memperoleh makna melalui perbedaan yang diekspresikan
                       melalui pertentangan strukturalnya—seperti mentah vs. matang
                       atau alam dan budaya. Perbedaan dan struktur akan dibahas lebih
                       lanjut dalam subbagian “Oposisi Biner”.
                   3.  Model untuk sistem lain. Bahasa menyediakan cetak biru untuk
                       menganalisis fenomena budaya lainnya. Setiap teks berinteraksi
                       dengan banyak konteks, termasuk norma sosial, narasi budaya,
                       dan peristiwa sejarah. Bahasa tidaklah statis. Sebaliknya, bahasa
                       bersifat dinamis yang mencerminkan proses rekonsiliasi antara tren
                       historis dan karakteristik unik lingkungan. Sebagaimana diartikula-
                       sikan oleh Strauss (1972: 10), pemahaman seseorang tentang media
                       harus mencerminkan negosiasi yang sedang berlangsung antara
                       pengaruh peristiwa masa lalu dan kebutuhan psikologis mendasar
                       yang muncul dari pengalaman tersebut. Akibatnya, bahasa menyi -
                       ratkan bagaimana teks media berfungsi sebagai refleksi dari
                       transformasi  masyarakat  yang lebih luas dan interaksi antara
                       pengalaman individu dan kolektif.


                                                           Bab 1 Teori Strukturalisme   5
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22