Page 22 - Pengantar Teori Media
P. 22

semiotika berfungsi menguraikan cara makna diciptakan, diproses,
                 disebarkan, dan dipahami dalam konteks komunikasi yang lebih luas,
                 baik melalui teks, gambar, ataupun simbol lain yang ada dalam masya-
                 rakat. Dengan demikian, semiotika digunakan untuk memahami
                 dinamika komunikasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
                     Sebagai penekanan, semiotika dapat diidentifikasi dengan jelas
                 sebagai teori tentang tanda dan proses makna yang terkandung di
                 dalamnya. Ini menggarisbawahi pentingnya peran tanda dalam mem -
                 bentuk pemahaman tentang dunia sosial dan budaya.


                 C.  FERDINAND DE SAUSSURE DAN LINGUIS­
                     TIK

                 Ferdinand de Saussure, seorang ahli linguistik Swiss, dianggap sebagai
                 Bapak Semiotika Modern. Pemikirannya yang dituangkan dalam karya
                 terkenal  Course in General Linguistics (1916)  menjadi dasar  penting
                 bagi kajian tanda dalam semiotika. Saussure memperkenalkan konsep
                 revolusioner bahwa tanda terdiri dari dua komponen utama yang saling
                 berkaitan, yaitu sebagai berikut.

                 1.  Penanda (signifier). Penanda adalah bentuk fisik tanda, seperti kata,
                     gambar, atau suara. Sebagai contoh, kata “pohon” terdiri dari
                     kom  binasi huruf-huruf tertentu atau bunyi tertentu yang dapat

                     dikenali sebagai tanda.
                 2.  Petanda (signified). Petanda adalah konsep atau ide yang diaso-
                     siasikan dengan penanda. Dalam contoh kata “pohon,” petanda
                     adalah gambaran mental tentang tumbuhan dengan batang, daun,
                     dan ranting.

                     Saussure menekankan bahwa hubungan antara penanda dan
                 petanda bersifat arbitrer. Artinya, tidak ada hubungan alami atau
                 logis antara keduanya. Hubungan tersebut sepenuhnya ditentukan
                 oleh kesepakatan atau konvensi sosial. Sebagai ilustrasi, kata “pohon”
                 dalam bahasa  Indonesia merujuk  pada objek tertentu,  tetapi dalam



                 16   Pengantar Teori Media
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27