Page 25 - Pendidikan Pancasila SMA Kelas X
P. 25
Smart Learning
Informasi mengenai Prof. Supomo dapat kalian pindai
me la lui QR Code di samping.
Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan QR Code.
1. Selain aktif di pergerakan, Supomo juga aktif di
kese nian. Jelaskan tentang hal ter sebut!
2. Apa yang dilakukan Supomo ketika kebodohan
mem be lenggu rakyat Indonesia?
3. Bagaimana cara Supomo ikut terlibat dalam Sumber: https://bit.ly/4abQ7HR
perjuangan bangsa Indonesia? Sumber asli: https://bit.ly/3J0f22H
2) Ir. Sukarno
K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat sebagai Ketua BPUPK mengajukan
permintaan usulan yang menyangkut dasar filsafat negara (philosofische
grondslag) Indonesia yang akan merdeka. Meskipun uraian pidato
Mohammad Yamin dan Supomo sangat penting dalam perumusan
dasar dan sistem negara yang akan dibentuk, namun usulan dasar
filsafat negara (philosofische grondslag) adalah pidato Sukarno. Pada
tanggal 1 Juni 1945, Sukarno berpidato mengenai Konsepsi Dasar
Filsafat Negara Indonesia Merdeka yang terdiri atas lima hal, yaitu
sebagai berikut.
a) Kebangsaan Indonesia
“Saudarasaudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini,
maupun saudarasaudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya
telah mufakat. Kita hendak mendirikan suatu negara ‘semua buat
semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik
Sumber: https://bit.ly/3veKRPx
golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi ‘semua Gambar 1.11 Ir. Sukarno
buat semua’. Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat
Negara Indonesia ialah dasar kebangsaan.”
b) Internasionalisme atau Perikemanusiaan
“Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang me
nyendiri, bukan chauvinisme. Kita harus menuju persatuan dunia,
persaudaraan dunia. Kita bukan saja harus mendirikan Negara
Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada keke
luargaan bangsabangsa.”
c) Mufakat atau Demokrasi
“Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permu
syawaratan. Kita mendirikan negara ’semua buat semua’, satu buat
semua, semua buat satu. Saya yakin, bahwa syarat yang mutlak
untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan, per
wakilan. Apaapa yang belum memuaskan, kita bicarakan di
dalam permusyawaratan.”
Bab I Pancasila sebagai Dasar Negara 13