Page 26 - Pendidikan Pancasila SMA Kelas X
P. 26

d)  Kesejahteraan Sosial
                                                       “Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi
                                                       Barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politiek
                                                       economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan
                                                       sosial.”
                                                   e)  Ketuhanan yang Berkebudayaan
                                                       “Prinsip  Indonesia  Merdeka  dengan  bertakwa  kepada  Tuhan
                                                       Yang Maha Esa, bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah
                                                       Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuhanan yang berbudi pekerti
                                                       luhur, Ketuhanan yang hormat­menghormati satu sama lain.”
                                                   Kelima dasar tersebut oleh Sukarno diberi nama Pancasila. Sila
                                                   artinya asas atau dasar, di atas kelima dasar itulah kita mendirikan
                                                   Negara Indonesia, kekal, dan abadi.  Beliau telah mengajukan  lima
                                                   sila sebagai dasar negara, Sukarno juga menawarkan kemungkinan
                                                   lain. Jika ada yang tidak menyukai bilangan lima, alternatifnya dapat
                                                   disederhanakan menjadi Trisila, yaitu sebagai berikut.

                                                   a)  Sosio nasionalisme
                                                   b)  Sosio demokrasi
                                                   c)  Ketuhanan
                                                   Trisila dapat dikerucutkan lagi menjadi Ekasila, yaitu gotong royong.
                                                   Jadi, dasar dari semua sila Pancasila adalah gotong royong. Pancasila
                                                   adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan hidup bangsa
                                                   Indonesia (philosofische grondslag) juga pandangan hidup yang setingkat
                                                   dengan aliran­aliran besar dunia atau weltanschauung. Philosophische
                                                   grondslag berasal dari bahasa Belanda yang berarti norma (lag), dasar
                                                   (grands), dan yang bersifat filsafat (philosophische). Selain itu, juga
                                                   berasal dari bahasa Jerman, weltanschauung yang memiliki arti sebagai
                                                   pandangan mendasar (anshcauung) dengan dunia (welt).
                                                   Pancasila sebagai dasar filsafat negara (philosofische grondslag) karena
                                                   mengandung unsur­unsur alasan filosofis berdirinya suatu negara dan
                                                   setiap produk hukum di Indonesia harus berdasarkan nilai Pancasila.
                                                   Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (weltanschauung) karena
                                                   mengandung unsur­unsur nilai­nilai agama, budaya, dan adat istiadat.
                                                   Pidato Sukarno di depan Sidang BPUPK begitu heroik, empatik, dan
                                                   sistematik sehingga mendapatkan sambutan meriah. Disebut heroik
                                                   karena menyerukan kemerdekaan dengan dasar­dasar negara yang di­
                                                   idealisasikannya dengan penuh risiko di tengah tentara Jepang yang
                                                   bersenjatakan bayonet. Dikatakan empatik karena berusaha meng­
                                                   hargai dan melibatkan semua unsur ke dalam kerangka persetujuan.
                                                   Sistematik karena menguraikan Pancasila secara runtut, logis, dan
                                                   koheren. Namun, Sukarno menolak dirinya disebut sebagai pencipta
                                                   Pancasila.
                                                   Hasil uraian dan penggalian Sukarno, eksposisinya masih merupakan
                                                   pandangan pribadi. Untuk diterima sebagai dasar negara harus di­
                                                   sepakati oleh konsensus bersama anggota BPUPK. Selanjutnya, usu­
                                                   lan dasar negara mengalami reposisi dan penyempurnaan. Proses ini
                                                   berlangsung setelah masa persidangan pertama BPUPK berakhir.


               14          Pendidikan Pancasila Kelas X
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31