Page 28 - Pendidikan Pancasila SMA Kelas X
P. 28
Tuntutan untuk mengubah tatanan dunia baru yang seimbang antara negara berkembang dengan negara maju membuat
Sukarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955.
Usaha ini berhasil meningkatkan semangat untuk merdeka dari penjajahan. Kemudian, semangat ini meningkat menjadi
Gerakan Non Blok, yang menengahi dua kekuatan di dunia, yaitu NATO di Blok Barat dan Pakta Warsawa di Blok Timur.
Keberhasilannya membebaskan Irian Barat (kini menjadi Provinsi Papua dan Papua Barat) dari penjajahan Belanda, membuat
rakyat Indonesia semakin senang dengan Sukarno. Pada tahun 1962, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games
ke-4 di Jakarta. Kompleks Gelora Bung Karno diselesaikan dan Indonesia berhasil menempati urutan kedua perolehan medali.
Bung Karno juga memiliki jiwa seni yang tinggi. Atas ide dan gagasannya, banyak bangunan, monumen dan patung atau
tugu yang berdiri, seperti Monas, Masjid Istiqlal, Jembatan Ampera, Tugu Selamat Datang, Patung Dirgantara, Tugu Tani, dan
lainnya. Kemudian, istana-istana yang ada di Jakarta, Bogor, Cipanas, sampai Tampak Siring mendapat sentuhan seni oleh
Presiden Sukarno dengan banyaknya lukisan, patung, dan peralatan yang bernilai seni tinggi.
Krisis politik sekaligus krisis ekonomi parah pasca peristiwa G 30 S/PKI membuat posisi Presiden Sukarno terjepit dan
setelah Sidang Istimewa MPRS digantikan oleh Soeharto. Setelah tidak menjabat, Sukarno tinggal di Wisma Yaso. Oleh karena
kesehatannya yang terus memburuk, pada tanggal 21 Juni 1970, Sukarno meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Darat
Jenderal Gatot Subroto. Beliau disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Penghargaan
yang diterima Sukarno adalah Bintang Mahaputera Adipurna, Gelar Pahlawan Proklamator berdasarkan Keputusan Presiden
Nomor 081/TK/1986, Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83/TK/TAHUN 2012, dan The Order
of the Supreme Companions of OR Tambo dari Afrika Selatan tahun 2005.
Sumber: https://bit.ly/3BFIR5p dengan pengubahan
Pada akhir sidang pertama tanggal 1 Juni 1945, para anggota BPUPK
sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya menampung
usulusul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang
pleno BPUPK. Setiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara
tertulis paling lambat sampai tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota
panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu sebagai berikut.
a. Ir. Sukarno (sebagai ketua)
b. Ki Bagoes Hadikoesoemo
c. KH Wachid Hasjim
d. Mr. Mohammad Yamin
e. M. Soetardjo Kartohadikoesoemo
f. Mr. A.A. Maramis
g. R. Otto Iskandardinata
h. Drs. Mohammad Hatta
Sebagai ketua, Sukarno memanfaatkan masa persidangan BPUPK
untuk mengadakan pertemuan terkait dengan tugas Panitia Kecil.
Panitia Kecil mengumpulkan dan memeriksa usulusul dari anggota
yang digolongkan menjadi sembilan kategori, yaitu usulan yang meminta
beberapa hal berikut.
a. Indonesia merdeka selekaslekasnya
b. Dasar negara
c. Bentuk negara uni atau federasi
d. Daerah Negara Indonesia
e. Badan Perwakilan Rakyat
f. Badan Penasihat
g. Bentuk negara dan kepala negara
h. Soal pembelaan
i. Soal keuangan
16 Pendidikan Pancasila Kelas X