Page 46 - Ten Myths about Israel
P. 46

pandangan ini, berbagai sudut pandang itu juga muncul dalam
                 bentuk serupa di seberang Atlantik. Presiden Amerika, John
                 Adams (1735–1826), menyatakan, “Saya benar-benar berharap
                 orang-orang Yahudi kembali berada di Yudea sebagai negara
                 yang merdeka.”  Sebuah sejarah sederhana menggambarkan
                              17
                 ide-ide dari para juru kampanye gerakan ini dan mereka yang
                 memiliki kekuatan untuk mengubah nasib Palestina. Sosok paling
                 menonjol di antara mereka adalah Lord Shaftesbury (1801–1885),
                 seorang politisi dan reformis terkemuka Inggris, yang secara aktif
                 berkampanye untuk tanah air Yahudi di Palestina. Argumennya
                 yang mendukung kehadiran Inggris di Palestina bersifat religius
                 dan strategis. 18
                     Seperti yang akan saya tunjukkan sekarang, perpaduan ber-
                 bahaya antara semangat keagamaan dan reformis ini akan ber-
                 mula dari upaya Shaftesbury di pertengahan abad kesembilan
                 belas hingga Deklarasi Balfour pada 1917. Shaftesbury menyadari
                 bahwa semangat keagamaan tidak akan cukup untuk mendukung
                 kembalinya orang-orang Yahudi. Mereka harus dibantu secara
                 aktif oleh Inggris pada awal masa penjajahan. Aliansi semacam
                 itu harus dimulai, tegasnya, dengan memberikan bantuan
                 material kepada orang-orang Yahudi untuk melakukan perjalanan
                 ke Palestina Utsmani. Dia meyakinkan keuskupan dan gereja-
                 gereja Anglikan di Yerusalem untuk menyediakan pendanaan
                 awal untuk proyek ini. Hal ini mungkin tidak akan terjadi jika
                 Shaftesbury tidak berhasil merekrut ayah mertuanya, yaitu
                 seorang menteri luar negeri Inggris yang kemudian menjadi
                 perdana menteri, Lord Palmerston, untuk bergabung dalam
                 gerakan tersebut. Dalam buku hariannya tanggal 1 Agustus 1838,
                 Shaftesbury menulis sebagai berikut. 19





                 18      Ten Myths about Israel
   41   42   43   44   45   46   47   48