Page 44 - Ten Myths about Israel
P. 44
jelas—terutama di kalangan Protestan—antara dua pertanda
akhir zaman, yaitu masuknya orang-orang Yahudi ke agama
Kristen dan kembalinya mereka ke Palestina. Thomas Brightman,
seorang pendeta Inggris abad ke-16, mewakili gagasan ini ketika
dia menulis, “Apakah mereka akan kembali ke Yerusalem lagi?
Tidak ada yang lebih pasti: para nabi di mana-mana menegaskan
dan menyebarkannya.” Brightman tidak hanya berharap janji
11
ilahi digenapi, tetapi dia juga—seperti banyak orang setelahnya—
berharap orang-orang Yahudi memeluk agama Kristen atau
meninggalkan Eropa. Seratus tahun kemudian, Henry Oldenburg,
seorang teolog dan filsuf Jerman, menulis, “Jika peristiwa itu
terjadi di tengah perubahan-perubahan yang disebabkan umat
manusia, (orang-orang Yahudi) mungkin akan membangun
kembali kerajaan mereka, dan … Tuhan mungkin akan memilih
mereka untuk kedua kalinya.” Charles-Joseph dari Lign, seorang
12
field marshal Austria-Hungaria di paruh kedua abad ke-18,
menyatakan pendapat berikut.
Saya percaya bahwa orang-orang Yahudi tidak akan
dapat berasimilasi. Mereka akan terus-menerus
membentuk sebuah bangsa di dalam sebuah bangsa,
di mana pun mereka berada. Menurut pendapat saya,
solusi paling sederhana adalah mengembalikan mereka
ke tanah air mereka, yaitu tempat asal mereka diusir.
13
Seperti terlihat jelas dalam teks terakhir ini, terdapat
hubungan jelas antara gagasan-gagasan formatif
Zionisme dan sikap antisemitisme yang telah lama ada.
François-René de Chateaubriand, penulis dan politisi Prancis
terkenal, menulis di kurun waktu yang sama bahwa orang-orang
Yahudi adalah “penguasa sah Yudea”. Pendapat ini memengaruhi
16 Ten Myths about Israel

