Page 40 - Ten Myths about Israel
P. 40

kerakusan Eropa akan wilayah di Timur Tengah berkontribusi
                 pada penguatan nasionalisme Palestina, sebelum Zionisme
                 menancapkan pengaruhnya di Palestina dengan asa janji Inggris
                 pada 1917 akan adanya tanah air Yahudi. Salah satu manifestasi
                 paling jelas dari definisi diri (self-definition) ini adalah referensi
                 di tanah Palestina itu sendiri terhadap identitasnya sebagai
                 entitas geografis dan budaya, dan kemudian menjadi entitas
                 politik. Meskipun tidak ada negara formal Palestina sebelumnya,
                 lokasi budaya Palestina sangat jelas. Ada rasa kepemilikan yang
                 saling menyatukan penduduknya. Pada awal abad ke-20, koran
                 Filastin merefleksikan bagaimana penduduk Palestina menamai
                 negeri mereka.  Orang-orang Palestina berbicara dengan dialek
                              6
                 mereka sendiri, memiliki adat istiadat dan kebiasaan mereka
                 sendiri, serta muncul di peta-peta dunia sebagai penduduk di
                 sebuah negeri bernama Palestina.
                     Selama abad kesembilan belas, Palestina—seperti halnya
                 daerah-daerah sekitarnya—menjadi sebuah unit geopolitik yang
                 utuh setelah adanya reformasi administratif yang diprakarsai
                 Istanbul, ibu kota Kesultanan Utsmani. Sebagai konsekuensinya,
                 para elite lokal Palestina mulai mencari kedaulatan dalam
                 persatuan negeri-negeri Suriah, atau bahkan federasi negara-
                 negara Arab (mirip seperti Amerika Serikat). Dorongan nasional
                 pan-Arab ini disebut dengan qawmiyya dalam bahasa Arab serta
                 populer di Palestina dan seluruh dunia Arab.
                     Menyusul Perjanjian Sykes-Picot yang terkenal dan kontro-
                 versial pada 1916 antara Inggris dan Prancis, dua kekuatan
                 kolonial besar tersebut membagi wilayah tersebut menjadi
                 negara-negara baru. Seiring dengan pembagian wilayah tersebut,
                 sebuah sentimen baru berkembang: yaitu varian nasionalisme





                 12      Ten Myths about Israel
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45