Page 24 - Pendidikan Pancasila SMP Kelas VIII
P. 24
c. Pentingnya nilai persatuan dikemukakan oleh Mohammad Yamin,
Sosrodiningrat, Wiranatakusuma, Woerjaningrat, Surio dan Susanto
Tirtoprodjo, Abdulrachim Pratalykrama dan Sukiman, Abdul Kadir,
Supomo, Dahler, serta Ki Bagus Hadikusumo.
d. Pentingnya nilai demokrasi permusyawaratan dikemukakan oleh
Mohammad Yamin, Woerjaningrat, Susanto Tirtoprodjo, Abdulrachim
Pratalykrama, Ki Bagus Hadikusumo, dan Supomo.
e. Pentingnya nilai keadilan atau kesejahteraan sosial dikemukakan oleh
Mohammad Yamin, Surio, Abdulrachim Pratalykrama, Abdul Kadir,
Supomo, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Berbagai pendapat atau prinsip-prinsip mengenai
fundamen kenegaraan yang dikemukakan oleh para
anggota BPUPK tersebut ternyata belum ada yang
merumuskan secara sistematis dan menyeluruh sebagai
suatu dasar negara seperti yang dikehendaki oleh K.R.T.
Radjiman Wedyodiningrat. Namun demikian, terdapat
tiga pandangan yang lebih mendekati apa yang diminta
oleh K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, yaitu pandangan
Mohammad Yamin, Supomo, dan Ir. Sukarno.
Pada pidato 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPK,
Ir. Sukarno menjawab pertanyaan K.R.T. Radjiman
Sumber: https://bit.ly/3R9J8I6 Wedyodiningrat mengenai dasar negara Indonesia dalam
Gambar 1.6 Pidato Ir. Sukarno dalam sidang BPUPK pada pengertian philosophische grondslag (dasar filsafat) atau
tanggal 1 Juni 1945 weltanschauung (pandangan hidup).
? Wawasan Kewarganegaraan
Pidato Sukarno dalam Sidang BPUPK pada 1 Juni 1945
Berikut pidato Sukarno dalam sidang BPUPK pada tanggal 1 juni 1945 mengenai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Pidato Sukarno mengenai dasar filsafat negara, yaitu sebagai berikut.
Menurut anggapan saya yang diminta oleh Paduka Tuan yang mulia (maksudnya adalah Ketua BPUPK) ialah, dalam
bahasa Belanda: “Philosophische grondslag” daripada Indonesia merdeka. Philosophische grondslag itulah fundamen,
filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat, yang sedalam-dalamnya untuk di atas didirikan gedung Indonesia
merdeka yang kekal dan abadi.
Pidato Sukarno mengenai dasar pandangan hidup bangsa, yaitu sebagai berikut.
Paduka Tuan ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang paduka tuan kehendaki! Paduka Tuan Ketua minta dasar,
minta Philosophische grondslag, atau, jikalau kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, Paduka Tuan Ketua
yang mulia meminta suatu “Weltanschauung”, di atas mana kita mendirikan Negara Indonesia itu.
Dalam upaya merumuskan dasar filsafat negara, Sukarno kemudian mengajak para peserta sidang untuk mencari
titik persetujuan. Berikut kutipan pidatonya.
Kita bersama-sama mencari persetujuan Philosophische grondslag, mencari satu Weltanschauung yang kita semua
setuju. Saya katakan lagi setuju! Yang saudara Yamin setujui, yang Ki Bagus setujui, yang Ki Hadjar setujui, yang
saudara Sanusi setujui, yang saudara Abikusno setujui, yang saudara Lim Koen Hian setujui, pendeknya kita semua
mencari satu modus.
Sumber: Latif, Yudi. 2020. Wawasan Pancasila Bintang Penuntun untuk Pembudayaan Edisi Komprehensif.
10 Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VIII