Page 44 - FLIPBOOK FINAL APRIL
P. 44
Melitus dapat mengakibatkan komplikasi neuropati perifer dalam beberapa bentuk, seperti komplikasi
pada saraf yang bekerja di luar kesadaran dan komplikasi saraf akibat adanya jepitan. Frekuensi
kerusakan pada sistem saraf tepi pada Diabetes Melitus cukup tinggi yaitu sekitar 57,81%, dimana
sebagian besar diantaranya mengidap Diabetes Melitus lebih dari 10 tahun (40,54%). Seseorang dengan
gangguan neuropati perifer biasanya ditandai dengan kram, kesemutan, rasa menyengat dan terbakar
yang tidak nyaman, otot lemas, dan gangguan fungsi dalam organ atau kelenjar. Proses pengobatan untuk
gangguan ini didasarkan pada faktor penyebabnya, seperti operasi jika disebabkan adanya tekanan pada
saraf, kortikosteroid yaitu obat dengan hormon steroid sintesis untuk mengurangi peradangan, dan
plasmaferesis yaitu suatu terapi dengan menghilangkan atau menggantikan plasma darah untuk
menyingkirkan protein yang menyebabkan peradangan.
Saraf dan Pembuluh Saraf dan Pembuluh
Darah yang Sehat Darah yang rusak akibat neuropati
perifer
Serabut saraf
tidak bermielin Serabut saraf
tidak bermielin rusak
Saraf Saraf
tersumbat
Serabut saraf
Serabut saraf bermielin rusak
bermielin
Gambar 23. Perbedaan Kondisi Saraf dan Pembuluh Darah Ketika Terjadi Neuropati Perifer
(Sumber: republika.co.id)
Buatlah kelompok beranggotakan 4 orang. Carilah literatur/jurnal lain terkait penyakit
atau gangguan pada sistem saraf manusia. Lakukanlah telaah pada jurnal atau sumber
yang kalian temukan. Buatlah poster semenarik mungkin yang berisikan jenis
penyakit/gangguan, penyebab, dan cara penanganannya.
Kumpulkan hasil poster kalian melalui link berikut ini! Klik di sini.