Page 54 - Modul Kessy Minanda Putri
P. 54
Penerapan Konsep Kimia Dalam Pengelolaan Lingkungan Dan
Fenomena Pemanasan Global
FFE
D. Dampak Pencemaran Udara
1. Dampak pencemaran karbon monoksida (CO)
Karbon monoksida mempunyai pengaruh toksis kepada mahluk hidup, apabila terhirup oleh
tubuh akan ikut peredaran darah dan akan meghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh
tubuh. Dalam keadaan normal hemoglobin (darah) berfungsi sebagai pembawa atau pengangkut
oksigen (O2) yang berikatan membentuk oksihemoglobin dari paru-paru untuk dibagikan kepada
sel-sel tubuh. Karena gas CO dapat menggantikan O2 di dalam haemoglobin dan menghasilkan
karboksihemoglobin. Dapat dilihat dari reaksi dibawah:
O2Hb + CO(g) ⇌ COHb + O2(g)
Meningkatnya kadar COHb di dalam darah adalah setara dengan meningkatnya kadar CO
yang dihirup manusia yang berasal dari penikatan aktivitas manusia. Keracunan gas monoksida
(CO) dapat ditandai dari keadaan yang ringan, berupa pusing, sakit kepala dan mual. Keadaan
yang lebih berat dapat berupa menurunnya kemampuan gerak tubuh, gangguan pada sistem
kardiovaskular, serangan jantung sampai pada kematian.
2. Dampak pencemaran nitrogen oksida (NOx)
Gas nitrogen oksida (NOx) ada dua macam, yaitu gas nitrogen monoksida (NO) dan gas
nitrogen dioksida (NO2). Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan
tidak berbahaya, kecuali bila gas NO berada dalam konsentrasi tinggi. Konsentrasi gas NO yang
tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf yang mengakibatkan kejang-kejang.
Bila keracuan ini terus belanjut akan menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih
berbahaya apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehingga menjadi NO2. Sifat racun (toksisitas)
gas NO2 empat kali lebih kuat daripada gas NO. Organ tubuh yang paling peka terhadap
pencemaran NO2 adalah paru-paru. Paru-paru yang terkontaminasi oleh gas NO2 akan
membengkak sehingga penderita sulit bernafas yang mengakibatkan kematian.
3. Dampak pencemaran blerang (SOx)
Terdapat dua macam gas belerang oksida (SOx) yaitu SO2 dan SO3. Dalam proses
pembakaran akan menghasilkan gas SO2 lebih banyak daripada gas SO3. Akan tetapi pertemuan
gas SO2 dengan udara akan meghasilakan gas SO3. Dapat dilihat dari reaksi dibawah:
SO2(g) + ½ O2(g) → SO3(g)
Apabila asam sulfit dan asam sulfat terkondensasi (gas-mencair) di udara dan kemudian jatuh
bersama air hujan sehingga terjadi pencemaran berupa hujan asam.
SO2(g) + H2O(l) → H2SO3(g) (asam sulfit)
SO3(g) + H2O(l) → H2SO4(g) (asam sulfat)
40