Page 16 - E-Modul Matematika
P. 16
Gambar tersebut merupakan dua bangun trapesium siku-siku yang
sebangun karena memiliki bentuk yang sama dan ukuran yang berbeda.
Dua bangun datar dikatakan sebangun apabila sisi-sisi yang bersesuaian
memiliki perbandingan yang sama dan sudut yang bersesuaian sama besar.
Dengan kata lain, kedua bangun tersebut dapat dikatakan sebangun jika
memenuhi dua syarat berikut:
1. Sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan panjang sisi yang senilai
2. Sudut-sudut yang bersesuaian sama bersar
Jika kedua bangun trapesium diatas memenui syarat tersebut, maka bangun
ABCD dan EFGH sebangun atau dapat dinotasikan dengan ∼ .
Namun, apabila kedua trapesium diatas tidak memenuhi syarat tersebut maka
ADCB dan EFGH tidak sebangun atau dapat dinotasikan dengan ≁
.
Ayo kita simpulkan!
Dua bangun dapat dikatakan sebangun apabila memenuhi syarat berikut:
1. ____________________________________________________
2. ____________________________________________________
Untuk lebih memahami mengenai konsep kekongruenan antar bangun datar,
simaklah video berikut!
Banyak masalah yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat
diselesaiakan dengan menggunakan konsep kesebangunan. Misalnya, ketika kita
ingin mengetahui tinggi suatu bend, namun sulit untuk mengukur benda tersebut
secara langsung. Masalah tersebut identik dengan kasus ketika pada suatu hari
bayangan seorang anak laki-laki adalah 2,5 m dan tinggi 1,5 m. Di waktu yang
sama banyangan yang dibentuk suatu tiang bendera adalah 15 m. Berapakah
tinggi tiang bendera tersebut? Kasus ini dapat diselesaikan dengan menggunakan
konsep kesebangunan pada segitiga.
E-Modul Kesebangunan dan Kekongruenan Kelas IX Semester Genap 13