Page 24 - IPS 2
P. 24

mengorganisasi sendiri hasil  belajarnya.  Sebagai  model  pembelajaran,
                  Discovery Learning  mempunyai prinsip yang sama dengan pembelajaran
                  inkuiri  (Inquiry-Learning).  Tidak ada perbedaan   prinsip di antara  kedua
                  istilah ini. Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep
                  atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Perbedaannya dengan inquiry
                  ialah bahwa pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada peserta didik
                  semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Dalam mengaplikasikan metode
                  Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan
                  kesempatan  kepada  peserta  didik  untuk  belajar  secara  aktif,  sebagaimana
                  pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar
                  peserta didik sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan
                  belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Bahan ajar
                  tidak  disajikan dalam  bentuk  akhir, sehingga  peserta  didik  dituntut  untuk
                  melakukan  berbagai  kegiatan  menghimpun  informasi,  membandingkan,
                  mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan
                  serta membuat simpulan-simpulan. (Implementasi Kurikulum 2013, Materi
                  Pelatihan  Guru,  Ilmu  Pengetahuan  Sosial  SMP,  Kementerian  Pendidikan
                  Dan Kebudayaan, 2013) Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery-Inquiry
                  sebagai berikut.
                  a)  Langkah Persiapan
                     (1)  Menentukan tujuan pembelajaran.
                     (2)  Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal,
                          minat, gaya belajar, dan sebagainya).
                     (3)  Memilih materi pembelajaran.
                     (4)  Menentukan topik-topik  yang harus dipelajari  peserta didik secara
                          induktif (daricontoh-contoh generalisasi).
                     (5)  Mengembangkan  bahan-bahan pembelajaran  yang berupa  contoh-
                          contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari peserta didik.
                     (6)  Mengatur  topik-topik  materi  pembelajaran  dari  yang  sederhana
                          ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif,
                          ikonik sampai ke simbolik.
                     (7)  Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.


                  b)  Pelaksanaan
                     (1)  Stimulasi/pemberian rangsangan
                         Pertama-tama  peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang
                         menimbulkan masalah. Kemudian guru dapat memulai kegiatan PBM
                         dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas
                         belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.





                14      Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29