Page 127 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 127

BAB 4 | KOLEKSI REFERENSI NASIONAL



                                     KEANEKARAGAMAN HAYATI






                                   Keanekaragaman hayati (kehati) Indonesia dapat disimpan dalam bentuk
                                   spesimen acuan, seperti spesimen herbarium kering, herbarium basah, fosil,
                                   museum, dan spesimen hidup seperti biji, kultur mikrob, tumbuhan hidup, dan
                                   hewan hidup. Acuan koleksi tumbuhan yang disimpan dalam bentuk kering
                                   disebut sebagai herbarium kering dan koleksi yang disimpan dalam alkohol 70%
                                   disebut sebagai herbarium basah. Koleksi spesimen acuan herbarium disimpan
                                   dalam gedung herbarium, sedangkan koleksi hewan mati, baik yang dikeringkan
                                   maupun yang disimpan dalam alkohol 70% disimpan di museum. Koleksi fosil
                                   sekarang disimpan di Museum Geologi dan Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI,
                                   Bandung. Sebelum kedua lembaga ini didirikan, fosil daun, buah, biji atau kayu
                                   disimpan di gedung Herbarium Bogoriense. Kebun Raya Bogor memelihara
                                   koleksi biji terutama yang diperoleh dari tanaman yang ada di Kebun Raya,
                                   koleksi di lapangan atau hasil pertukaran dengan kebun raya lain. Oleh sebab
                                   itu, Kebun Raya Bogor beserta cabangnya mempunyai Index Seminum sebagai
                                   katalog biji yang tersedia untuk dipertukarkan. Kultur mikrob merupakan koleksi
                                   mikrob yang ditumbuhkan dalam media tertentu sesuai dengan mikrob yang
                                   disimpan. Koleksi kultur terdiri atas bakteria, ragi, kapang, dan mikroalga serta
                                   Actinomycetes. Koleksi kultur mikrob disimpan di tempat yang khusus. Koleksi
                                   tumbuhan hidup diletakkan pada beberapa tempat antara lain kebun raya,
                                   arboretum, kebun botani, kebun plasma nutfah, dan kebun kehati, sedangkan
                                   hewan hidup biasa dipelihara di kebun binatang atau taman safari.


                                   4.1 Sejarah Koleksi Referensi Nasional


                                   Kebun Raya Bogor

                                   Semua induk lembaga penelitian hayati di Indonesia bermula dari s’Lands
                                   Plantetuin yang didirikan pada tahun 1817. Pendirian koleksi referensi di Bogor ini
                                   merupakan langkah awal dalam penyelamatan tumbuhan Indonesia. Di sam ping
                                   itu, juga untuk menampung hasil tukar menukar spesimen tumbuhan dengan
                                   Kebun Raya lain di luar negeri, seperti Paradeniya (Sri Lanka) dan Calcutta
                                   (India). Tumbuhan yang ditanam berasal dari koleksi Horsfield (1812–1818),
                                   Kurz (1870-an), dan lain-lain.


                                                                                  Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014  | 103
   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132