Page 87 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 87

Keanekaragaman Jenis  | 63
























                        Sumber: Puslit Biologi-LIPI 2014, in prep
                        Gambar 35. Keanekaragaman jenis Arachnida di Indonesia

            kalajeng king palsu (Pseudoscorpiones),       dinyatakan terpisah sebagai kelas yang berdiri
            Opiliones, Schizomida, Palpigradi, Solifugae,   sendiri (Suhardjono et al. 2012). Kelompok
            Acari, dan laba­laba (Araneae).               ini hidup di berbagai macam habitat, tetapi
                Penelitian mengenai Arachnida belum       sebagian besar hidup di tanah. Indonesia
            banyak dilakukan di Indonesia sehingga        memiliki keanekaragaman sebanyak 20 suku
            data jenis yang tersedia belum terungkap      dengan jumlah 1.500 jenis, namun baru 375
            lengkap. Di Indonesia, jumlah jenis Arachnida     jenis yang telah teridentifikasi. Seiring dengan
            diperkirakan mencapai 2.489 jenis. Infor­     jumlah kajian penelitian dengan proporsi pa­
            masi keberadaan jenis Arachnida yang paling   ling banyak dilakukan di Pulau Jawa maka
            banyak berasal dari Jawa, dengan jumlah       tidak mengherankan jika jumlah jenis yang
            berkisar 461 jenis, sementara dari pulau lain   teridentifikasi paling banyak ada di Pulau
            masih belum terkumpul dengan baik. Dari       Jawa (Gambar 36). Kelompok ini sangat pen­
            kelompok Acari tentang suku Macrohelidae      ting dalam proses perombakan bahan organik
            dan Ixodidae (Bangsa  Mesostigmata) lebih     di tanah. Oleh karena itu, Collembola juga
            lengkap dibandingkan suku lainnya. Dari       sering dianggap sebagai kelompok penyubur
            kedua suku tersebut terekam jumlah jenis      tanah. Beberapa jenis Collembola rentan
            yang berasal dari Jawa (Gambar 35).           terhadap perubahan lingkungan dan ada
                                                          juga yang dapat mengakumulasi logam berat
            g. Ekorpegas (Collembola)                     di dalam ususnya. Karena kemampuannya
                                                          tersebut tidak jarang Collembola dimanfaat­
            Collembola dahulu merupakan salah satu        kan sebagai bioindikator keadaan tanah.
            bangsa dari Hexapoda, tetapi sejak 1989 sudah

























                       Sumber: Puslit Biologi-LIPI 2014, in prep
                       Gambar 36. Keanekaragaman jenis Collembola di Indonesia
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92