Page 48 - SD_Danau Laut Tador
P. 48

badan hingga lutut. Ayah hanya memakai celana pendek.
            Mereka  langsung  masuk  ke  sungai.  Menyapu  badan

            mereka  dengan  wewangian  dari  bunga,  daun  jeruk,
            daun pandan, dan jeruk purut yang sudah disiapkan itu.

            Beberapa kelopak bunga tampak menyangkut di rambut
            ibu. Pun ayah, terlihat sibuk membasahi kepalanya.

                 Suasana itu di sungai itu begitu ceria. Semuanya
            serentak  mandi  bunga.  Tidak  pelak,  air  sungai  itu

            berwarna.  Kelopak-kelopak  bunga  dan  dedaunan
            berserak,  mengalir  mengikuti  arus.  Aroma  semerbak

            pun memenuhi udara.
                 Selanjutnya,  setelah  matahari  tegak  di atas

            kepala,  mereka  menepi.  Bersama  tetangga  lainnya,
            mereka  membentang  tikar.  Mereka  membuka  bekal.

            Lahap mereka memakan makanan yang telah disiapkan.
            Beberapa  kali  mereka  pun  tampak  saling  berbagi.

            Beralas  daun  pisang, makanan  yang  disiapkan  sejak
            subuh itu tidak tampak lagi tersisa.

                 Begitu  kenyang,  mereka  duduk  sekadarnya.
            Beberapa  anak  sudah  kembali  ke  sungai.  Menikmati

            lagi  air  yang mengalir  tidak  begitu  deras  itu.  Anak-
            anak itu pun mandi sambil bermain. Saling lempar air.

            Ada juga yang melempar tanah hingga badan menjadi



                                        40
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53